Jakarta (ANTARA) - Bek kanan Persija Jakarta Ismed Sofyan menganggap 2018 dan 2005 merupakan musim terbaiknya selama merumput bersama skuad 'Macan Kemayoran'.

Dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Senin, Ismed mengaku tidak akan pernah melupakan tahun 2018 karena, selain menjadi juara Liga 1, kala itu Persija juga tampil sebagai tim yang solid dan kompak.

"Saat itu, kondisi tim sangat solid. Kebersamaan antarpemain sangat terasa, tidak pernah berjarak," ujar pesepak bola berusia 41 tahun itu.

Menurut Ismed, kedekatan pemain dan seluruh elemen Persija pada musim 2018 tercermin dari performa mereka di lapangan. Selain Liga 1, Persija juga menjadi kampiun turnamen pramusim Piala Presiden.

Baca juga: Ismed Sofyan optimistis tampil maksimal setelah operasi lutut
Baca juga: Ismed Sofyan: Program pemain muda Persija di jalur tepat


Dalam ajang Liga 1 2018, dari total 34 pertandingan, Persija mencatat 18 kemenangan, delapan hasil imbang dan delapan kekalahan. Bahkan dalam lima pertandingan terakhirnya, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan selalu meraup poin.

"Dari awal kompetisi, kami sudah di papan atas, kalau tidak di peringkat kedua, ya, peringkat ketiga," tutur Ismed.

Sementara pada musim 2005, Persija sejatinya gagal menjuarai Divisi Utama dan Piala Indonesia meski mereka tampil di final.

Persija kalah 2-3 dari Persipura dalam final Divisi Utama, sementara pada partai puncak Piala Indonesia, mereka kandas 3-4 dari Arema Malang. Kedua laga tersebut bahkan harus dilalui hingga perpanjangan waktu.

Walau begitu, Ismed menilai atmosfer tim pada tahun 2005 sangat baik dan nyaman, baik di dalam maupun luar lapangan.

"Meski gagal, setelah itu kami belajar dan semakin kompak sebagai sebuah tim," kata pria yang sudah membela Persija sejak tahun 2002 itu.

Baca juga: Pemain muda Persija tambah porsi latihan saat libur PPKM
Baca juga: Riko Simanjuntak nikmati latihan mandiri selama PPKM Darurat
Baca juga: Persija wajibkan pemain kirim video latihan selama libur PPKM Darurat