Padang (ANTARA) - Sumatera Barat menerima bantuan oksigen medis sebanyak 30 ton dari Provinsi Riau untuk guna memenuhi kebutuhan Rumah Sakit yang merawat pasien COVID-19.

“Terima kasih kami ucapkan pada Gubernur Riau Syamsuar. Ini menambah stok Sumbar untuk penanganan COVID-19,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi saat meninjau oksigen bantuan Riau tersebut, di Padang, Sabtu.

Bantuan oksigen dari Riau itu merupakan CSR dari PT Indah Kiat yang dikirimkan secara bertahap. Tahap awal dikirimkan sekitar 12 ton. Dalam dua hari akan sampai lagi tambahannya.

Baca juga: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terima bantuan 9 ton oksigen cair

Baca juga: Kemenperin mobilisasi pasokan oksigen nasional untuk pasien COVID-19


Mahyeldi mengatakan pengiriman secara bertahap itu dilakukan karena tabung penampung yang ada di Sumbar juga terbatas untuk 20 ton. Dengan cara bertahap, kapasitas penyimpanan masih mencukupi.

Gubernur mengatakan Sumbar membutuhkan stok oksigen untuk memenuhi kebutuhan medis yang permintaannya melonjak beberapa waktu terakhir.

"Kita upayakan semua cara untuk bisa mendapatkan stok oksigen. Alhamdulilah Gubernur Riau bersedia membantu," katanya.

Ia mengatakan dengan adanya bantuan oksigen dari Riau itu, persediaan oksigen Sumbar cukup memadai.

Bantuan oksigen itu nantinya disalurkan sesuai kebutuhan dan untuk distribusi dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sumbar.

Selain bantuan oksigen, Sumbar juga mendapatkan bantuan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan itu nantinya disalurkan berupa beras untuk keluarga tidak mampu di daerah yang menerapkan PPKM Darurat, yakni Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi. Setiap keluarga mendapatkan 10 kg beras.

Baca juga: Menko PMK minta Lampung tambah pasokan tabung oksigen bagi pasien

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yowandi mengatakan selama pelaksanaan PPKM di Sumbar, sudah ada perbaikan indikator.

"Rumah Sakit di Padang Panjang yang sebelumnya tingkat keterisian tempat tidurnya (BOR) kena sorot, sekarang sudah hijau. Cuma RS di Padang dan Bukittinggi masih kuning, karena itu BOR akan coba kita turunkan terus," katanya.

Pemprov Sumbar juga sudah mengajukan tambahan vaksin ke pusat, karena 900 ribu vaksin yang telah dikirim dari pusat sudah habis terdistribusikan.