Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal, mengajak kepada seluruh pihak untuk memperkuat manajemen penanganan COVID-19 di tengah munculnya ancaman penularan varian baru yang kapan pun bisa memicu tingginya lonjakan kasus.

"Karena itu saya ingin kita meyakini 'outbreak' ini harus diantisipasi. Kita harus siap dengan standar operasi baku," tegas dia, di Mataram, Selasa.

Baca juga: MPR: Lonjakan kasus COVID-19 perlu langkah antisipasi tepat

Iqbal mengingatkan pemerintah bahwa standar operasi penanganannya sudah melalui pembahasan yang cukup matang. TNI dan polisi secara bersama-sama telah berupaya mengantisipasi lonjakan kasus, salah satunya dengan simulasi taktis.

Baca juga: Menkes: Data CT value hasil PCR antisipasi varian Delta

Iqbal pun memastikan, dari simulasi melalui bidak maket di atas peta lantai berskala kecil itu, seluruh pemangku kepentingan sudah memahami perannya masing-masing.

"Jadi apabila terjadi wabah, sudah siap, siapa berbuat apa, bertanggung jawab apa, dan langkahnya bagaimana," ucap dia.

Baca juga: Ketua DPD: Antisipasi tingginya kematian tenaga kesehatan akibat COVID

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB tertanggal 12 Juli 2021, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 15.907 orang dengan 14.194 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 1.093 orang masih isolasi, dan 620 telah meninggal dunia.

Baca juga: Ketua DPR: RAPBN 2022 harus antisipasi ketidakpastian pandemi COVID-19