Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang bekerja sama dengan PT Rhemedika Mustika Sejahtera melakukan vaksinasi massal atau "Serbuan Vaksinasi" dengan target 20.000 peserta dengan menyasar kelompok 12 tahun ke atas.

Menurut dia, untuk membentuk kekebalan kelompok atau "herd immunity", idealnya vaksinasi diberikan kepada sekitar 60 persen hingga 70 persen dari seluruh jumlah penduduk. Namun hingga 11 Juli 2021, dari target 181.554.465 target sasaran vaksinasi nasional, baru sekitar 36.267.019 warga yang menerima vaksinasi tahap I, serta 15.011.348 warga yang menerima vaksinasi tahap II.

"Kegiatan 'Serbuan Vaksinasi' ini bisa mendorong percepatan vaksinasi COVID-19 sehingga berkontribusi agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemik COVID-19," kata Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya dalam pembukaan vaksinasi COVID-19 "Serbuan Vaksinasi" di Jakarta.

Dia menyoroti hingga saat ini, pandemik COVID-19 dengan berbagai dampaknya masih menempatkan bangsa Indonesia dalam suasana keprihatinan yang mendalam.

Hal itu menurut dia terlihat dari tingkat "positivity rate" COVID-19 secara nasional berada pada kisaran 28,3 persen, serta penambahan jumlah kasus harian mencapai 36.197 kasus.

"Kondisi itu diperburuk dengan menipis-nya ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di beberapa wilayah yang berstatus sebagai zona merah," ujarnya.

Baca juga: Serbuan vaksin DKI sasar pengemudi ojek daring hingga pedagang
Baca juga: Serbuan Vaksinasi Lantamal VIII disambut antusias masyarakat maritim


Karena itu menurut dia, Serbuan Vaksinasi tersebut mengisyaratkan berbagai pesan penting bahwa upaya penanggulangan pandemik COVID-19 adalah tanggung jawab bersama.

Dia menilai, peran serta dan kontribusi segenap pemangku kepentingan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh PT. Rhemedika Mustika Sejahtera dan BAIS TNI adalah wujud komitmen kebangsaan yang patut dijadikan teladan.

"Serbuan Vaksinasi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam penanggulangan pandemik COVID-19. Hanya dengan kerja sama yang dilandasi oleh semangat gotong royong, jiwa solidaritas, dan kepedulian sosial yang tinggi, bangsa Indonesia bisa segera terbebas dari belenggu pandemik COVID-19," tutur-nya.

Menurut Bamsoet, melalui serbuan vaksinasi itu, bangsa Indonesia bergotong royong saling mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat mengikuti program vaksinasi.

Dia mengatakan, selain bertujuan untuk membangun kekebalan kelompok, vaksinasi juga bertujuan untuk menurunkan tingkat persebaran COVID-19, serta menurunkan tingkat fatalitas dan kematian akibat COVID-19.

"Saya juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi pada kegiatan 'Serbuan Vaksinasi'. Kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi ini penting, mengingat masih ada sebagian masyarakat belum memahami dan bahkan menolak untuk divaksin," katanya.

Dia menilai, kesediaan masyarakat mengikuti program vaksinasi merupakan cerminan sikap bela negara karena dengan langkah tersebut masyarakat tidak hanya melindungi diri, keluarga serta anggota masyarakat, dan juga turut mencegah kehancuran negara.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Dansat Intelmed BAIS TNI Kolonel CZL Suharyanto, Plt Walikota Jakarta Selatan J Isnawa Adji, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, Direktur Utama PT Rhemedika Mustika Sejahtera dr. Rheza Maulana dan Youtuber Raffi Ahmad serta Irfan Hakim.

Baca juga: Kapolri yakin 'herd immunity' terbentuk akhir Agustus di Jawa Timur
Baca juga: Kasau tinjau serbuan vaksinasi di Wisma Aldiron


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua