Surabaya (ANTARA News) - Kedatangan 449 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Jawa Timur di Bandara Juanda Surabaya molor enam jam 18 menit.

"Kami kecewa, karena itu kami akan mengajukan keberatan kepada pengelola Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah melalui Menteri Agama," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Jatim Drs H Sutrisno Rahmat MM MPd di Surabaya, Senin.

Ketika menyambut kedatangan kloter pertama asal Mojokerto, Madiun, dan Surabaya di Asrama Haji Debarkasi Surabaya (AHDS) itu, ia menjelaskan jadwal kedatangan kloter pertama mengalami tiga kali perubahan.

Kloter pertama yang dijadwalkan datang pukul 05.45 WIB itu dilaporkan molor hingga pukul 07.30 WIB, tapi ada perubahan lagi pukul 12.20 WIB dan praktiknya justru pukul 12.03 WIB.

"Kloter pertama itu memang tidak sampai telantar, tapi kami berharap supaya kloter selanjutnya tidak molor terlalu lama," katanya, didampingi Kabag Perlengkapan PPIH Debarkasi Surabaya Hj Hikmah Rahman.

Apalagi, perubahan rencana kedatangan kloter pertama asal Jatim itu juga diikuti kloter kedua asal NTT, karena kloter kedua akan datang pukul 10.30 WIB, lalu molor hingga pukul 11.30 WIB dan kenyataannya justru tiba pukul 12.59 WIB.

Meski molor, kedatangan jamaah haji kloter kedua dari NTT itu disambut Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Kakanwil Kementerian Agama NTT Sega Fransiscus, sedangkan jamaah haji Jatim hanya disambut Kakanwil Kementerian Agama Jatim Sutrisno Rahmat.

"Molornya jamaah haji dari Debarkasi Surabaya itu dilaporkan akan terjadi hingga kloter 9, namun kami harapkan kloter 10 ke atas tidak bernasib sama," kata Sutrisno Rahmat.

Informasi yang diterima dari pihak maskapai penerbangan adalah keterlambatan kedatangan itu diakibatkan pengaturan "gate" di Bandara KAA Jeddah yang belum stabil.

"Yang jelas, mereka tidak telantar, karena mereka transit di `gate` atau di luar `gate` pun tidak jauh. Katering juga ditanggung bandara sesuai MoU kami dengan pihak Saudi Arabia," katanya.

Namun, ia mengaku molornya penerbangan yang cukup lama perlu dievaluasi agar ada perbaikan, sebab hal itu di luar kendali Kementerian Agama, melainkan tanggung jawab pengelola KAA.

Senada dengan itu, Ketua Kloter 01 dari Mojokerto H Mas`ud SAg mengatakan rombongannya memang sempat "transit" di Bandara KAA Jeddah selama 10 jam.

"Rombongan kami tertunda berangkat hingga 10 jam di bandara, karena kepadatan jalur penerbangan di bandara," katanya.

Kloter pertama itu terdiri dari Jamaah Haji Madiun 229 orang, Kota Mojokerto 197 orang, dan Kota Surabaya 23 orang, sehingga jumlah mencapai 449 orang.

(E011/I007/S026)