Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menargetkan percepatan vaksinasi bagi penyandang disabilitas guna mencegah terinfeksi COVID-19 dengan tahap awal sebanyak 564.080 jiwa.

"Pemberian vaksin bagi penyandang disabilitas belum masuk dalam prioritas. Karena itu, kami mengirim surat kepada Menteri Kesehatan. Alhamdullilah Pak Menkes bilang langsung saja dijadwalkan Bu Risma. Kita menyiapkan sekalian dengan para lanjut usia (lansia)," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Risma saat menjadi pembicara pada webinar bertema 'Vaksin untuk Disabilitas: Menyediakan akses inklusif untuk semua' mengatakan, vaksinasi bagi para penyandang disabilitas tidak sertamerta berjalan lancar, sebab ada beberapa kendala kesehatan, geografis dan ada kekhawatiran usai vaksinasi.

Baca juga: Seratusan penyandang disabilitas di Sulsel jalani vaksinasi COVID-19

Sebagian besar penyandang disabilitas belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan beredar hoaks yang menurunkan minat penyandang disabilitas divaksin.

"Sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, sebetulnya bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri lainnya," ujar Mensos.

Infeksi Virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi, sehingga diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh melalui vaksinasi.

"Vaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) agar masyarakat jadi lebih produktif dalam beraktivitas sehari-hari, sehingga roda perekonomian berangsur-angsur bisa tumbuh," katanya.

Baca juga: Angkie Yudistia minta penyandang disabilitas jadi prioritas vaksinasi
Baca juga: Polsek Cilandak gelar vaksinasi untuk 30 warga disabilitas ​​​​​​

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua