Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pasokan tabung oksigen untuk penanganan pasien COVID-19 terkendala kekurangan armada dan petugas yang mengantarkan ke rumah sakit.

"Teman-teman distributor punya pasokan oksigen yang cukup namun terkendala kekurangan armada dan orang untuk mengantarkan ke RSUD-RSUD kita, seiring meningkatnya permintaan," ujar Anies dikutip dari akun Instagram @aniesbaswedan di Jakarta, Minggu.

Anies mengatakan memang Jakarta menghadapi gelombang pasien COVID-19 tertinggi selama pandemi ini.

Guna menangani kendala itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan sumber daya manusia untuk membantu distribusi dan mengantarkan tabung oksigen ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar mencukupi kebutuhan bagi pasien.

Anies mengungkapkan Jakarta membutuhkan dukungan dari semua unsur termasuk persoalan pasokan tabung oksigen yang saat ini kebutuhannya meningkat hingga 2-3 kali lipat dari biasanya.

Untuk memastikan pasokan oksigen tidak terkendala, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan para distributor oksigen di ibu kota pada Jumat kemarin.

"Dan alhamdulillah, langsung dieksekusi jajaran dari Satpol PP, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga hingga Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta ikut membantu memastikan distribusi oksigen lancar ke RS-RS kita," ujar Anies.

Anies menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam kolosal "#JagaJakarta" dan mengimbau jaga stamina, kesehatan, serta optimisme bangkit dari pandemi COVID-19.

Baca juga: Permintaan naik, stok tabung oksigen di Pasar Pramuka masih aman
Baca juga: Dinkes DKI jamin ketersediaan pasokan tabung oksigen
Baca juga: Menkes: Oksigen industri dialihkan ke RS atasi lonjakan kasus COVID-19