Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengkaji kemungkinan untuk menutup sementara akses keluar masuk wilayah itu untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih luas setelah wilayah itu masuk dalam zona coklat COVID-19.

"Penutupan wilayah akan dipertimbangkan dalam rapat dengan bupati. Tentu dengan mempertimbangkan semua aspek," kata Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Bali, Jumat.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan kemungkinan penutupan wilayah untuk sementara untuk mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah itu.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lembata telah memutuskan untuk menutup akses dari Flores Timur menuju Lembata mulai Minggu, (27/6).

Kabupaten Flores Timur, saat ini masuk dalam zona coklat COVID-19 setelah dalam sepekan ini terjadi peningkatan kasus positif yang cukup signifikan.

"Kasusnya naik di atas 100 persen. Beberapa minggu lalu hanya tercatat 20 kasus tetapi dalam sepekan ini meningkat menjadi 206 kasus," katanya.

Baca juga: Flores Timur mulai kekurangan ruangan rawat pasien COVID-19

Baca juga: Flores Timur zona merah, Pemkab Lembata tutup akses laut


Menurut Agus Boli, jika kita memakai pendekatan teori gunung es dengan asumsi satu pasien kontak erat dengan 10 orang berjejaring maka di perkirakan di tengah masyarakat sudah terkena virus di duga mencapai ribuan orang.

Artinya butuh kewaspadaan tinggi dengan terapkan 6 M yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, mencuci tangan, menunda mobilisasi, menghindari kerumunan dan menunda makan-makan bersama.

"Sekarang di Flores Timur sudah terjadi klaster keluarga artinya sekali terkena virus beberapa anggota keluarga ikut terkena," katanya menambahkan.

Dia menduga, peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir ini karena mobilisasi dari dan datang ke Flores Timur tidak terkendali dan kegiatan-kegiatan terbuka lainnya.

Saat ini pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menunda aktivitas-aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak untuk mencegah penyebaran COVID-19 di daerah itu.

Data terakhir menunjukkan, jumlah kasus di daerah itu hingga Kamis, (24/6) tercatat 618 kasus dan meninggal 17 orang, sembuh 395 dan 206 lainnya masih dalam perawatan.

Baca juga: Dua pekan menolak, warga Desa Sagu-NTT bersedia dites cepat COVID-19

Baca juga: Wabup Flotim ajak pemuda karantina di kebun hindari COVID-19