Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandarlampung mempertimbangkan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk kecamatan atau kelurahan dengan zona kuning dan hijau COVID-19.

"Sebentar lagi kan kita masuk tahun ajaran baru, dan pada zoom meeting dengan Bapak Presiden Joko Widodo, sekolah bisa tatap muka kalau ada zona hijau atau kuning di suatu kelurahan atau kecamatan," kata Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana di Bandarlampung, Kamis.

Baca juga: Warga Bandarlampung yang belum vaksinasi bisa datangi puskesmas

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandarlampung usai menyampaikan pidato di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat
​​​​​​Daerah (DPRD) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-339 Kota Bandarlampung.

"Ini masih kita pertimbangkan karena kan secara keseluruhan Bandarlampung masih berada di zona oranye," kata dia pula.

Baca juga: Polresta Bandarlampung beri layanan SIM buat penyandang disabilitas

Ia juga mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka di Bandarlampung tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa sebab pihaknya masih akan meminta saran dan pendapat dari DPRD.

"Kalau melihat zona kita orang tidak bisa melakukan apa-apa untuk PTM tapi setelah tadi ikut rakor dengan Pak Gubernur Lampung juga informasinya jikalau ada kelurahan yang zona kuning atau zona hijau bisa melaksanakan tatap muka untuk pendidikan," kata dia.

Baca juga: Satgas COVID-19 Kota Bandarlampung bubarkan kegiatan konser amal

Baca juga: Kemenag Bandarlampung sosialisasikan keputusan pembatalan haji 2021


Ia pun memahami bahwa siswa-siswi sudah kangen untuk merasakan pembelajaran tatap muka di sekolah sebab setahun lebih mereka sudah tidak melakukan sekolah secara luring.

"Kalau Pemkot sih pingin semua bisa sekolah tatap muka tapi kan apa boleh buat itu tidak bisa dilakukan melihat kondisi seperti. Maka mari kita bersama mencegah penularan COVID-19 dan kalau sudah zona hijau semuanya bisa sekolah tatap muka," kata dia.

Berdasarkan Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung hingga kini Kota Bandarlampung masih berada zona oranye dengan rincian kasus positif COVID-19 sebanyak 6.087, pasien sembuh 5.607 dan kematian akibat virus corona 359 orang.

Baca juga: Dinkes catat penambahan kasus COVID-19 di Lampung 94

Baca juga: Bandarlampung vaksinasi pengemudi ojek dan karyawan mal