Jakarta (ANTARA) - Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan sosok almarhum Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane merupakan orang yang baik dan bersahaja.

"Saya kenal Neta sebagai orang yang baik, kenal betul dia adalah orang baik," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Semasa hidupnya, Neta S Pane yang aktivis dan merupakan mantan wartawan tersebut dikenal sebagai orang yang peduli dengan teman-teman sejawat sehingga bisa diajak memecahkan berbagai macam masalah.

Baca juga: Polri sampaikan duka cita atas wafatnya Presidium IPW Neta S Pane

Bahkan, Margarito mengaku sosok Neta S Pane merupakan pribadi yang hampir tidak pernah menolak ketika ada teman meminta bantuan menyelesaikan suatu masalah.

"Saking peduli dengan rekan-rekannya, jam berapa pun ia menghubungi Neta akan selalu diangkat dan direspons. Neta merupakan sahabat yang baik, sahabat yang bisa diandalkan untuk urusan yang bisa ia lakukan," kata dia.

Selain dikenal baik, konsisten adalah contoh sikap yang ada dalam pribadi Neta S Pane. Tidak jarang Margarito Kamis mengaku takut dan cemas dengan sikap kritisnya.

Baca juga: Polri bantah adanya perwira Polri menganggur

Pernah suatu ketika Margarito Kamis merasa takut dengan sikap kritis Neta terkait suatu hal. Namun almarhum tetap konsisten karena yakin menyuarakan hal yang benar.

"Jujur saja kadang-kadang saya cemas dengan beberapa sikap kritis dia," katanya.

Margarito menilai almarhum merupakan orang yang selalu konsisten dalam bidangnya. Hal itu diyakini tidak mudah dimiliki oleh semua orang.

Baca juga: Komisi III DPR minta Polri tuntaskan kasus yang jadi perhatian publik

Neta Saputra Pane meninggal dunia pada hari Rabu (16/6), pukul 10.40 WIB, di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi, Jawa Barat. Neta diketahui lahir 18 Agustus 1964 di Medan, Sumatera Utara.