Kulon Progo (ANTARA) - Ruang isolasi dua rumah sakit rujukan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hampir penuh, seiring penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang cukup tinggi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Selasa, mengatakan dua rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien terkonfirmasi COVID-19, yakni RSUD Wates sisa tujuh kamar dari 30 ruangan yang disediakan, dan RSUD Nyi Ageng Serang tinggal satu ruangan dari 10 ruangan yang disediakan.

"Posisi bangsal isolasi rumah sakit rujukan Kulon Progo per 15 Juni 2021, yakni RSUD Wates sisa tujuh ruangan dan antrian IGD sembilan pasien. Kemudian RSUD Nyi Ageng Serang sisa satu ruangan dan antrian IGD kosong," kata Baning.

Ia mengatakan hari ini, penambahan terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 35 kasus dari hasil usap (swab) PCR sebanyak delapan kasus, dan tes cepat antigen 27 kasus. Kasus tersebut tersebar di Temon, Sentolo, Kalibawang, Panjatan, Wates, Lendah, dan Pengasih.

Baca juga: Kulon Progo prioritaskan 5.000 dosis AstraZeneca untuk lansia

Baca juga: Pasien COVID-19 di Kulon Progo bertambah 29 menjadi 6.186 kasus


Selain itu, hari ini ada satu pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia, yakni warga Kalibawang. Kemudian, ada 11 terkonfirmasi COVID-19 yang selesai menjalani isolasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 6.593 kasus dengan rincian 66 isolasi rumah sakit, isolasi mandiri 545 kasus, selesai isolasi 5.321 kasus, 533 sembuh dan 128 meninggal dunia.

"Dua hari terakhir, penambahan terkonfirmasi COVID-19 memang jumlahnya turun dibandingkan sebelumnya. Namun demikian, kami tetap mengimbau kepada masyarakat meningkatkan protokol kesehatan," katanya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengingatkan kepada warga untuk 5M mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi.

"Jangan sampai lengah, khususnya selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," katanya.*

Baca juga: Pasien COVID-19 di Kulon Progo bertambah 67 menjadi 6.157 kasus

Baca juga: 130 terkonfirmasi COVID-19 Klaster Sangon Kulon Progo selesai isolasi