Borobudur, Jawa Tengah (ANTARA News) - Puluhan wisatawan mancanegara menjalani ritual kontemporer "Kosmologi Hidup" di sekitar Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, sebagai upaya mereka membangun kesegaran spiritual.

"Kami menyebut sebagai `Kosmologi Hidup`, dialog dengan alam, menggunakan kata hati untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar," kata pimpinan rombongan, Kanwa Adikusumah, di Borobudur, Sabtu.

Peserta yang berjumlah 28 orang dari berbagai profesi terutama seniman itu berasal dari sejumlah negara di Eropa seperti Belgia, Belanda, Perancis, dan Spanyol.

Kegiatan yang berlangsung di taman depan Pendopo Manohara, sebelah timur kaki Candi Borobudur itu antara lain diiringi petikan siter dan kecapi.

Mereka berkumpul di bawah pohon bodi yang di sekelilingnya dipasangi sejumlah properti antara lain tumpukan kelapa hijau, obor, dan taburan bunga mawar.

Sejumlah orang termasuk pemetik kecapi dan siter mengenakan pakaian warga putih dengan kain pengikat kepala berwarna putih duduk bersila di tempat itu.

Para peserta menaburkan bunga mawar di tumpukan kelapa di bawah pohon bodi, kemudian melakukan gerakan secara bebas seakan mengikuti alunan musik kecapi dan siter.

"Kali ini saya menggunakan media kelapa hijau untuk `pintu masuk` mereka menjalani ritual kesenian ini.

Mereka menangkap energi dan filosofi Jawa atas kelapa hijau dan alam sekitar ini, terutama maestro Candi Borobudur," kata Kanwa yang 10 tahun terakhir mengembangkan olah spiritual melalui model itu di berbagai kota besar baik dalam maupun luar negeri.

Ia menyebut gerakan para peserta itu mengikuti kehendak hati masing-masing, dan mereka menggunakan media kelapa hijau, rumput, bangunan pendopo, pohon bodi, dan pohon kenari.

Ia menyebut setiap tempat atau media ritual memiliki energi yang berbeda-beda.

"Mereka menjalaninya dalam suasana batin yang hening, mereka memperoleh kesegaran spiritual sebagai landasan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari," katanya.(*)

M029/M028