Gorontalo (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar optimistis pembangunan akan lebih terarah melalui Sustainable Development Goals (SDGs) desa.

"Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi fokus utama pembangunan desa belum maksimal," kata Mendes PDTT saat menghadiri Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara yang digelar Universitas Negeri Gorontalo, Sabtu.

Ia menjelaskan, kendala yang dihadapi desa selama ini adalah tidak dapat membedakan mana yang harus menjadi skala prioritas pembangunan karena faktor minimnya data.

"Desa masih menjadi objek pembangunan bukan menjadi subjek pembangunan," katanya.

Ia berharap, melalaui SDGs Desa sebagai konsep pembangunan berkelanjutan pembangunan desa lebih terarah dan semata untuk kesejahteraan warga desa bukan karena berbasis keinginan orang-orang tertentu.

Baca juga: Pemerintah luncurkan Buku Pedoman Desa Wisata 2021

Baca juga: Implementasi SDGs Desa wujud pemenuhan hak asasi warga, sebut Mendes


Saat ini, lanjutnya, pemutakhiran data berbasis SDGs Desa sudah mencapai 50 persen. Melalui data yang update tersebut maka dengan mudah Kepala Desa mengukur sektor apa saja perlu dibenahi selama satu periode kepemimpinannya.

"Ke depan perencanaan pembangunan di desa Insyaallah yakin sudah menempatkan desa sebagai subjek pembangunan," kata Doktor Honoris Causa dari UNY tersebut.

Lebih lanjut, Mendes mengajak seluruh kementerian dan lembaga lainnya agar berkoordinasi dan mencocokkan data masing-masing dengan data berbasis SDGs Desa yang digarap kepala desa dan pendamping desa selama ini.

"Kemudian ketika sudah di konsolidasi data ini menjadi milik desa kembali dan disitulah akan kelihatan berapa sebenarnya angka kemiskinan kita, berapa sebenarnya tinggi masyarakat yang terkena penyakit kronis," pungkasnya.

Baca juga: Kemendes petakan produk desa sukseskan Indonesia Spice Up The World

Baca juga: Gus Menteri berharap SDGs jadi inspirasi kades untuk bangun desa