Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, Jawa Barat menunggu perwakilan dari simpatisan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk berdialog di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat.

"Kapolresta Bogor Kota dan Forkopimda Kota Bogor tadi malam telah berkoordinasi dengan Habib Mahdi Assegaf, di kediaman Habib Mahdi, perihal persiapan untuk pelaksanaan dialog antara Wali Kota Bogor dan forkopimda dengan perwakilan dari Forum Masyarakat Peduli Keadilan," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, usai melaksanakan Shalat Jumat, di Gedung DPRD Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, koordinasi yang dilakukan Kapolresta Bogor Kota dan Forkopimda Kota Bogor dengan Habib Mahdi Assegaf adalah dialog dengan perwakilan massa Forum Masyarakat Peduli Keadilan (FMPK) maksimal 10 orang, agar tidak terjadi kerumunan, karena saat ini adalah situasi pandemi COVID-19.

Kesepakatan lainnya disampaikan Kapolresta dan forkopimda kepada Habib Mahdi, kata dia, agar massa FMPK tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya dan kepentingan publik, agar jalan raya di Kota Bogor tidak macet, maka pertemuan disepakati di Gedung DPRD, setelah pelaksanaan Shalat Jumat.

Menurut Bima Arya, Habib Mahdi pada Jumat pagi, menelepon dirinya menyampaikan pemberitahuan kesepakatan yang dilakukan dengan Kapolresta dan forkopimda. "Saya katakan siap. Dialog dengan perwakilannya saja. Kami menunggu di Gedung DPRD," katanya.

Sebelumnya, massa dari FMPK melakukan aksi demo di depan Gedung Balai Kota Bogor, di Jalan H Juanda, Kota Bogor, Rabu (9/6), menuntut pembebasan Rizieq Shihab yang saat ini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Menurut Bima, pada saat aksi demi tersebut, Habib Mahdi menghubunginya melalui telepon seluler dan meminta untuk berdialog. "Saat itu saya sampaikan bersedia berdialog, asalkan terbatas, perwakilannya saja, untuk menjaga protokol kesehatan. Soal waktunya, Habib Mahdi mengatakan, hari Jumat sekitar jam 13.00 WIB," katanya pula.

Ditanya soal materi dialog, Bima menyatakan, dirinya sebagai Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor bersama forkopimda, hanya akan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. "Kami akan mendengarkan dan menampung, Kami belum tahu apa yang akan disampaikan," kata dia.
Baca juga: Bima Arya ungkap alasan proses hukum Rizieq agar jadi pembelajaran
Baca juga: Bima Arya: Tidak perlu ada sidang jika RS UMMI kooperatif