Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menunggu data honorer dari 11 kabupaten/kota di wilayah itu untuk memenuhi kuota 20.000 tenaga honorer dari pemerintah pusat yang akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Nicholaus Wenda di Jayapura, Selasa, mengatakan ke-11 kabupaten/kota tersebut adalah Tolikara, Jayawijaya, Dogiyai, Nabire, Waropen, Mappi, Intan Jaya, Supiori, Kota Jayapura, Mamberamo Tengah dan Puncak Jaya.

"Kami masih memberikan waktu selama satu minggu ke depan agar para kepala daerah tersebut dapat menyerahkan data-data honorer yang telah disusunnya," katanya.

Menurut Nicholaus, dari total 29 kabupaten/kota dan provinsi, sudah diterima data dari 19 kabupaten dan dari provinsi yang telah melengkapinya.

"Total kuota honorer yang diberikan untuk Papua sebanyak 20.000, sementara yang sudah masuk datanya sebanyak 13.650 dan yang belum masuk sebanyak 6.350 orang," ujarnya.

Dia menjelaskan dari data-data yang sudah masuk akan diserahkan ke Menteri PAN dan RB, sedangkan bagi kabupaten yang belum menyerahkan hingga batas waktu yang diberikan, maka pihaknya tidak akan bertanggung jawab.

"Kami sudah memberikan cukup banyak waktu, sehingga jika tidak dipergunakan sebagaimana mestinya maka bukan tanggung jawab kami lagi," katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah memberikan kuota 20.000 bagi formasi honorer di Provinsi Papua, namun masih ada beberapa kabupaten yang belum menyerahkan data formasi honorer yang dibutuhkan, sehingga Pemprov Papua terus mendesak hingga diberi batas waktu penyerahan.