Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melatih sebanyak 25 orang potensi cari dan selamatkan (search and rescue, SAR) tentang upaya penyelamatan ketika terjadi kondisi membahayakan nyawa manusia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Rapat koordinasi dan pelatihan bagi potensi SAR di KEK Mandalika tersebut dibuka oleh Direktur Bina Potensi Basarnas Mochamad Hernanto, didampingi Kepala Kantor Basarnas Mataram Nanang Sigit PH, di KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Senin.

"Kita membutuhkan teman-teman potensi SAR, makanya kami melatih sebanyak 25 orang lokal yang nantinya bisa memberikan respon bantuan kepada korban secara cepat," kata Direktur Bina Potensi Basarnas Mochamad Hernanto.

Basarnas, kata dia, benar-benar peduli dengan KEK Mandalika karena merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, selain Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Labuan Bajo.

Baca juga: Sandiaga prediksi 20 ribu penonton padati World Superbike di Mandalika

Baca juga: Kemenhub percepat konektifitas transportasi untuk MotoGP Mandalika


Kepedulian tersebut sudah diwujudkan dengan membentuk unit siaga SAR di KEK Mandalika, namun personelnya masih relatif sedikit, yakni hanya enam orang. Oleh sebab, itu dibutuhkan peran potensi SAR yang sudah diberikan pelatihan.

Sebelumnya, kata Hernanto, pihaknya sudah memberikan pelatihan pertolongan dan pencarian di perairan (rescue water) kepada potensi SAR di KEK Mandalika. Kemudian berlanjut ke pelatihan penyelamatan dalam kondisi ketinggian.

"Tidak hanya pengetahuan penyelamatan dalam kondisi ketinggian, laut dan darat, tapi potensi SAR juga mendapatkan pengetahuan dasar pertolongan medis," katanya.

Kepala Basarnas Mataram Nanang Sigit PH menambahkan pelatihan potensi SAR di KEK Mandalika sangat penting dilakukan karena melihat kejadian kondisi membahayakan nyawa manusia yang sering terjadi di wilayah perairan laut selatan Lombok.

Sepanjang 2020 hingga Mei 2021, kata dia, ada 14 kejadian kondisi membahayakan nyawa manusia di perairan laut selatan Lombok, termasuk di wilayah perairan laut KEK Mandalika.

"Itu menjadi perhatian kami, apalagi nanti saat banyak kunjungan, dalam kondisi pandemi COVID-19 saja seperti itu. Kami tidak berharap adanya musibah, tapi kami wajib mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan," ucap Nanang.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kata dia, pihaknya juga menyusun rencana kontinjensi dengan pihak terkait untuk menyelaraskan fungsi peran masing-masing secara tertulis.

Hal itu sangat penting dilakukan untuk memberikan bukti kepada dunia bahwa KEK Mandalika sudah memenuhi unsur protokol, kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi orang untuk berkunjung.

"Pada saat kejadian, kita sudah memberikan respon dengan baik, otomatis akan menjadi daya tarik bagi orang dari berbagai wilayah bahwa di KEK Mandalika aman dan nyaman, sehingga akan menambah minat orang untuk berkunjung," kata Nanang.*

Baca juga: ITDC gandeng LPEI danai fasilitas Bazaar Mandalika

Baca juga: Menparekraf siapkan dana hibah Rp3,7 triliun untuk pariwisata NTB