Semarang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus dalam upaya menangani dan mengendalikan lonjakan jumlah kasus COVID-19.


"Selain pendampingan sesuai perintah Presiden Jokowi, kami langsung turun ke lapangan memantau dan berkoordinasi dengan elemen terkait dalam menekan peningkatan kasus COVID-19 di Kudus," kata Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Rabu.

Baca juga: Kepala BNPB tinjau penanganan COVID-19 dan kesiapan RSDC Wisma Atlet

Ia menjelaskan pihaknya juga akan melakukan pendampingan ke aparat Pemkab Kudus untuk memperketat PPKM mikro dan penegakan protokol kesehatan serta penyelenggaraan "tracing" dan "testing" serta "treatment", serta memberikan dukungan fasilitas isolasi mandiri dengan menyediakan tenda-tenda lapangan di tiap-tiap kecamatan atau desa.

"BNPB selaku yang menjadi kepala penanganan satgas ini terus bersatu padu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengendalikan atau menekan lonjakan COVID-19 ini. Pendampingan yang jelas posko kami berikan, tenda isolasi dan sebagainya kami siapkan," ujar Ganip.

Baca juga: Corona varian B117 menginfeksi seorang nenek berusia 60 tahun di Batam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, peningkatan kasus COVID-19 yang ada di Kabupaten Kudus tidak hanya menjadi perhatian pemerintah provinsi saja, tapi pemerintah pusat, bahkan jajarannya juga menjalin komunikasi secara intens dengan Kementerian Kesehatan.

Menurut Ganjar, penanganan peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus telah dilakukan secara maksimal, tidak hanya oleh pemkab setempat, namun juga Pemprov Jateng.

Baca juga: Aprindo fasilitasi vaksinasi bagi 150 ribu karyawan ritel dan UMKM

"Kemarin Pak Bupati sudah nambah umpama beberapa tempat yang kosong, bisa dipakai untuk isolasi atau rumah sakit darurat dibuat. Dan begitu kemudian manajemennya kesulitan, saya sudah minta Pak Bupati telepon langsung saya agar kita bisa membantu secepatnya," katanya.

Lebih lanjut Ganjar juga meminta pakar epidemiologi untuk meneliti lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus apakah dari transmisi lokal atau mudik.