Jakarta (ANTARA) - PT Adhi Karya (Persero) Tbk sedang membidik proyek pembangunan infrastruktur kereta commuter line di Filipina pada 2021.

"Saat ini, kita mengikuti tender untuk enam paket pengerjaan railway commuter line di Filipina," ujar Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, proses tendernya berlangsung pada tahun ini dengan harapan pada tahun depan Adhi Karya setidaknya sudah mendapatkan satu kontrak railway di Filipina pada 2022.

"Terkait pasar luar negeri ini kita sesuaikan dengan strategi jangka panjang kita di mana Adhi Karya saat ini sudah dinobatkan sebagai jawara atau champion dalam infrastruktur perkeretaapian atau railway engineering construction sehingga untuk pasar luar negeri pun dari sisi produknya yang kita kejar yakni sektor railway engineering construction," katanya.

Baca juga: Adhi Karya peroleh kontrak baru Rp3,6 triliun hingga April 2021

Kemudian, lanjut dia, mengenai masalah wilayah atau geografisnya, Adhi saat ini menyasar pasar ASEAN dan negara yang sedang banyak proyek perkeretaapian saat ini adalah Filipina.

Adhi Karya sekarang ini sedang mengerjakan beberapa proyek kereta api dengan proyek terbesarnya adalah LRT Jabodebek senilai Rp23 triliun.

Di samping itu, Adhi tengah menggarap proyek MRT Bundaran HI-Sarinah-Juanda yang merupakan proyek MRT Fase 2A Paket CP201 dan juga sedang mengikuti tender proyek MRT Fase 2A Paket CP202.

Adhi juga membangun dua paket proyek kereta Bandara New Yogyakarta International Airport. Proyek kereta Bandara NYIA ini secara keseluruhan sepanjang empat km, yang dua km di antaranya digarap Adhi.

Sedangkan, di Pulau Sumatera, Adhi Karya menggarap proyek jalan tol.

Baca juga: Adhi Karya akan jadi andalan dalam konstruksi perkeretaapian
Baca juga: Adhi Karya targetkan perolehan kontrak baru 2021 sekitar Rp25 triliun