Semarang (ANTARA) - Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti siap memromosikan Kawasan Industri Terpadu di Kabupaten Batang kepada para calon investor di negaranya sebagai salah satu upaya peningkatan kerja sama di bidang investasi.


"Akan kami pasarkan ke perusahaan-perusahaan India, termasuk yang di Jakarta. Ada 32 perusahaan India di Jakarta, dan ini akan kami iklankan ke mereka agar diantaranya bisa berinvestasi di Batang," katanya usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Senin.

Menurut dia, banyak peluang investasi India ke Jawa Tengah diliantaranya bidang farmasi, teknologi industri, "solar energy", dan infrastruktur.

Baca juga: PGN komitmen pasok gas bumi untuk kawasan industri Jawa Tengah

"Kami diskusi tentang banyak hal, terkait investasi. Selain itu, ini juga untuk memperkuat kerja sama bisnis yang sudah dijalankan antara India dan Jawa Tengah," ujarnya.

Ia menyebutkan kerja sama perusahaan India dengan Pemprov Jateng sudah berjalan adalah di bidang farmasi antara perusahaan India dengan perusahaan Indonesia bernama Sampharindo Retroviral yang lokasinya berada di Kota Semarang.

"Selain itu, ada juga perusahaan lain yang berproduksi biji-bijian di Jawa Timur bernama PT Advanta Seeds yang akan mengembangkan industrinya di Jawa Tengah," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik kunjungan Dubes India untuk Indonesia ke Jawa Tengah dan kerja sama selama ini sudah berjalan baik.

Baca juga: Pasok listrik Kawasan Industri Batang, PLN siapkan dua gardu induk

"Jateng sedang berusaha mengembangkan beberapa kegiatan ekonomi agar bisa memulihkan kondisi. Saya senang dengan kunjungan ini karena bisa meningkatkan kerja sama yang baik antara India dan Jateng. Sudah ada beberapa perusahaan dari India yang investasi ke Jateng, salah satunya perusahaan farmasi," ujarnya.

Ke depan, lanjut Ganjar, pihaknya ingin meningkatkan kerja sama di bidang lain dengan India karena beberapa kawasan industri baru sedang dibuka seperti di Kawasan Industri Terpadu Batang.

"Banyak peluang kerja sama yang dapat direalisasikan di kawasan industri terpadu itu. Jadi tak hanya farmasi, tapi kita bisa membuka peluang untuk kerja sama di sektor lainnya. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara India dan Jateng, baik soal pendidikan kebudayaan dan lainnya," kata Ganjar.