Jakarta (ANTARA) - Garuda Indonesia Group melalui lini layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menjadi maskapai penerbangan nasional pertama di Indonesia yang melayani penerbangan dengan pilot dan awak kabin yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara lengkap.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan optimalisasi program vaksinasi tersebut sejalan dengan upaya Garuda Indonesia Group dalam menghadirkan proteksi yang maksimal baik bagi pilot dan awak kabin, maupun bagi seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan udara.

"Implementasi vaksinasi COVID-19 ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi penumpang Garuda Indonesia Group yang dilayani oleh pilot dah awak kabin dalam kondisi fit to fly," kata Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Dukung vaksinasi COVID, Garuda cat badan pesawat bergambar alat suntik

Pada Februari 2021 maskapai Garuda melaksanakan program vaksinasi bagi pilot dan awak kabin yang memenuhi kriteria vaksinasi COVID-19 serta aktif bertugas.

Optimalisasi program vaksinasi nasional merupakan salah satu upaya mendorong kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik terkhusus moda transportasi udara.

"Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini aspek kesehatan dan kenyamanan penerbangan merupakan prioritas utama bagi masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi udara," kata Irfan.

Baca juga: Presiden harap vaksinasi dongkrak ekonomi tumbuh 7 persen kuartal II

Dia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan pemerintah terhadap aspek kesehatan para pekerja industri penerbangan juga diiringi dengan kesadaran penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat.

Penggunaan vaksin dan ketat menerapkan protokol kesehatan, lanjut dia, dapat mendorong pemulihan sektor sosial ekonomi dan pariwisata di Tanah Air.

"Sesuai dengan prosedur protokol kesehatan yang dijalankan Garuda Indonesia Group, seluruh pilot dan awak kabin yang bertugas tetap menjalankan prosedur pre medical flight termasuk melalui tes pemeriksaan COVID-19 dengan hasil negatif," kata Irfan.

Baca juga: Mendag Lutfi: Ekonomi selalu terganjal jika rantai COVID-19 tak putus