Yogyakarta (ANTARA) - Badan Otorita Borobudur mendukung penuh penyelenggaraan Borobudur Duathlon 2021 yang akan digelar pada 29 Mei 2021 sebagai wahana membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Badan Otorita Borobudur sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Duatlon ini, sebagai wahana membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin.

Borobudur Duathlon 2021 akan digelar untuk kali pertama sebagai event lanjutan seri duathlon di wilayah destinasi super prioritas (DSP). Kegiatan serupa sebelumnya sukses dilaksanakan yakni Likupang Duathlon pada tanggal 3 April.

Ajang itu merupakan inisiasi bersama DPD Masyarakat Sadar Wisata Jawa Tengah (DPD Masta Jateng) dengan RajaLARI.id di dukung BOB, Pemerintah Provinsi DIY, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten Magelang dalam rangka menggairahkan potensi pariwisata olahraga Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Baca juga: PT TWC kembangkan paket wisata bersepeda Candi Prambanan-Borobudur


"Saya berharap panitia dan peserta selalu mengutamakan kesehatan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat," kata dia.

BOB, ujar Juanita, akan terus mendukung kegiatan serupa sehingga wilayah koordinatif tiga destinasi pariwisata nasional (DPN) meliputi Yogyakarta-Borobudur, Solo - Sangiran dan Semarang -Karimunjawa dapat bangkit.

" Pariwisata dan ekonomi kreatifnya bisa bangkit dengan tetap menerapkan adaptasi kebiasaan baru sesuai prokes ," kata dia.

Borobudur Duathlon dilaksanakan menggunakan Protokol Kesehatan CHSE Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara hybrid.

Selain dihadiri 150 peserta terpilih yang dilepas di Yogyakarta ditargetkan diikuti 1.500 peserta mengikuti secara virtual.


Baca juga: Anggota DPR dan artis gowes bareng promosikan wisata Borobudur


Rombongan akan dilepas menjadi tiga gelombang yang terdiri dari 50 orang menuju Nanggulan yang melewati indahnya Pegunungan Menoreh serta hijaunya persawahan dan kelok Kali Progo yang dapat dinikmati keindahannya menuju Manohara Borobudur sejauh 43 km, kemudian lari mengelilingi kawasan Candi Borobudur sejauh 3 km.

Ketua DPD Masata Jateng, Sugeng Sugiantoro menuturkan event duathlon ini digagas untuk menggairahkan UMKM dan pariwisata Jateng dan DIY.

"Tren sekarang orang lebih suka berwisata di alam, ruang terbuka dengan udara segar berlimpah, oleh sebab itu, rute Borobudur Duathlon akan melewati objek-objek wisata sepanjang perjalanan. Kami juga targetkan 50 persen dari peserta adalah dari luar kota DIY dan Jateng," kata Sugeng.



Baca juga: Borobudur Marathon 2020 dilakukan dalam dua model

Baca juga: Borobudur Marathon 2020 diharapkan jadi pemicu kebangkitan pariwisata

Baca juga: Ganjar minta Bank Jateng fasilitasi pembuatan homestay di Borobudur