Manado (ANTARA) - Jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel, MPH menyebutkan masih banyak warga lanjut usia (lansia) di daerah ini yang takut divaksin.

"Stok vaksin sangat cukup, cuma perlu pendekatan ekstra untuk para lansia karena banyak yang masih takut divaksin COVID-19," katanya di Manado, Senin.

Bahkan, kata dia, untuk mendorong agar semakin banyak lansia yang mengikuti program vaksinasi ini, satgas telah mengupayakan "jemput bola" hingga ke tempat ibadah.

"Akan tetapi partisipasi mereka mengikuti vaksinasi masih sedikit. Sosialisasi dan jemput bola akan terus kami lakukan," katanya.

Sebagaimana data yang dipublikasi Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, target warga lansia yang akan divaksinasi sebanyak 172.736 orang.

Sementara yang sudah divaksin dosis satu menggunakan vaksin Sinovac sebanyak 10.284 orang atau sebesar 9,31 persen.

Sedangkan yang sudah divaksin dosis dua menggunakan vaksin yang sama sebanyak 7.226 orang atau sebesar 4,18 persen.

Selanjutnya, lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama AstraZeneca sebanyak 5.803 orang, dan belum ada yang mendapatkan suntikan dosis dua.

"Kami berharap semakin banyak warga lansia yang bisa mengikuti vaksinasi. Hal ini untuk menekan angka penularan COVID-19 di daerah ini," demikian Steaven Dandel.

Baca juga: Lansia-disabilitas kepulauan terdampak di Sangihe-Sulut dapat bantuan

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 dengan AstraZeneca di Sulut dihentikan sementara

Baca juga: BPS: semakin berusia lanjut masyarakat Sulut makin kurang bahagia

Baca juga: Satgas COVID-19 sebut KIPI AstraZeneca di Sulut tergolong ringan