Luwuk, Banggai (ANTARA) - Sebuah kapal pemasang kabel fiber optik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menabrak rumpon nelayan saat akan menuju pantai Kilo 8, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan kapal dengan nama Dnex Pacific Line, Jakarta berwarna oranye itu tiba di Kilo 8, Sabtu dini hari. Kedatangan kapal yang dikawal personil TNI tersebut sempat menghebohkan warga sekitar.

Sebab, sejumlah pemilik rumpon dikabarkan protes atas kejadian tabrakan rumpon oleh kapal pemasang kabel fiber optik bawah laut ini. Meski begitu, belum diketahui pasti jumlah rumpon yang ditabrak kapal Dnex Pacific Line.

"Iya, semalam sempat ramai itu. Karena ada rumpon nelayan yang ditabrak kapal," ungkap Dino, warga setempat.

Baca juga: Telkom sediakan wifi gratis 157 lokasi di Sulteng

Baca juga: Telkom kembangkan solusi ICT Bank Sulteng


Meski begitu, Dino mengatakan tidak mengetahui pasti berapa jumlah rumpon yang tertabrak kapal, Ia hanya memastikan jika kedatangan kapal sempat membuat heboh warga sekitar.
Petugas saat melakukan penyambungan kabel optic di bungker PT Telkom yang terletak di pantai Kilometer 8, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/5/2021). [ANTARA/ Stepensopyan Pontoh]


Sementara itu, Arlon Nurdin, salah satu petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Klas II Luwuk, saat dikonfirmasi terkait insiden tabrakan rumpon membenarkan. Arlon menyebut bahwa tabrakan rumpon tak bisa dihindari karena letaknya yang tak beraturan.

Ia menyatakan kondisi rumpon yang ada di perairan Luwuk, sudah seharusnya dilakukan penataan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Banggai. Sebab, rumpon yang ada sangat mempengaruhi arus lalu lintas laut.

"Iya, ada tabrakan dengan rumpon nelayan. Ini yang harus disikapi instansi terkait. Penataan letak rumpon dan sosialisasi kepada pemilik rumpon terkait jalur lalu lintas laut," paparnya.

Meski begitu, Arlon menyebut hingga sore hari pihaknya belum menerima aduan masyarakat terkait insiden tersebut. Jika ada yang melapor, Ia mengatakan bahwa syahbandar Luwuk akan coba memediasi antara pemilik rumpon dan pihak kapal.

"Tidak ada aduan. Kalau ada, jelas kami bisa memediasi dua belah pihak ini. Tapi sampai sore ini, tidak ada," ujarnya.

Diketahui, Kilo 8 merupakan salah satu titik pemasangan kabel fiber optik laut milik PT Telkom yang membentang dari Luwuk, Sulawesi Tengah, hingga daerah Tutuyan, Sulawesi Utara.

Pemasangan kabel bawah laut, Sistem Komunikasi Kabel Laut Luwuk Tutuyan (SKKL-LT) ini, merupakan sistem repeaterless Telkom yang sudah pernah dilakukan pada tahun 2015 silam.

Pemasangan kabel fiber optik ini merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur di bidang telekomunikasi dan informatika. Kabarnya, jika sudah beroperasi, kabel fiber optik tersebut akan melayani kebutuhan masyarakat luas terhadap kebutuhan data dan suara dalam bentuk broadband khususnya bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.*