Makassar (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat) merilis stok beras di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat aman selama Ramadhan, bahkan stok melimpah hingga 43 bulan.

Kepala Divre Perum Bulog Sulselbar Eko Pranoto di Makassar, Rabu, menyatakan bahwa stok beras Sulselbar mencapai 250.510 ton dan kemungkinan akan terus bertambah hingga Mei mendatang.

"Stok beras Alhamdulillah melimpah, Sulsel sekarang bisa 43 bulan stok, semuanya sudah cukup dan harga juga stabil di lapangan," katanya.

Terlebih di Provinsi Sulawesi Selatan, kata Eko, stok beras surplus dengan total 236.510 ton. Bahkan panen masih berjalan yang dimungkinkan masih menyerap 3000-4000 per hari sampai bulan Mei.

Baca juga: Realisasi pengadaan beras Bulog Sulselbar diatas 18 ribu ton

Baca juga: Bulog Sulselbar targetkan penyerapan beras petani 303 ribu ton


Selanjutnya proses panen akan kembali dilakukan pada bulan September dan Oktober.

Surplus stok beras di Sulsel ini juga akan memenuhi defisit beras pada beberapa provinsi, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat.

"Dalam waktu dekat, Kita akan kirim ke daerah defisit, ada instruksi pemerintah pusat untuk pindahkan stok Sulsel sekitar 5.000 ton ke Papua, NTT dan Kalbar," ujarnya.

Bukan hanya Sulsel, stok beras Sulawesi Barat juga dijamin aman dengan stok sebanyak 14.000 ton yakni Mamuju 2.000 ton dan Polman 12.000 ton.

"Semuanya dari 12 cabang pembantu se Sulselbar mencapai 250.510 ton, di antaranya Mamuju 2000 ton dan Polman 12.000 ton," ujarnya.*

Baca juga: Bulog Sulselbar ajukan tambahan 10.000 liter minyak goreng