Jakarta (ANTARA) - Indian Council of Medical Research (ICMR) memprediksi gelombang ke dua serangan COVID-19 di India akan mencapai puncaknya pada pekan pertama atau ke dua bulan Mei 2021, ujar Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama.

"Tetapi sebagaimana teknik modeling epidemiologi, maka tentu ada beberapa keterbatasan, khususnya karena masih ada berbagai variabel yang masih belum pasti perkembangannya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Seperti diketahui bahwa jumlah kasus COVID-19 di India dalam sehari sudah melewati 400 ribu orang dalam beberapa hari terakhir. Walaupun pada Minggu (2/5), angkanya sedikit turun menjadi 392 ribu.

Baca juga: Pakar: Belum ada bukti ilmiah perbedaan gejala varian baru COVID-19

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu memperoleh kabar dari kerabatnya di India terkait perkembangan terakhir situasi COVID-19 di sana.

"Pemerintah India mengeluarkan strategi baru fase tiga vaksinasi COVID-19 yang menyebutkan bahwa mulai 1 Mei 2021 maka semua warga negara India yang berusia 18 tahun ke atas akan mendapat vaksinasi," katanya.

Menurut Tjandra, pelaksanaan vaksinasi fase ketiga itu belum terlalu lancar karena beberapa negara bagian belum dapat memulai karena kelangkaan vaksin yang mereka harapkan akan teratasi dalam beberapa hari ke depan.

"Teman-teman saya yang bekerja di WHO Asia Tenggara yang kantornya di New Delhi memang sudah mendapat vaksinasi yang pertama, dengan vaksin AstraZeneca buatan Serum Institute of India. Sekarang mereka sedang menunggu untuk waktu vaksinasi ke dua," katanya.

Tjandra menambahkan sejauh ini India sudah memvaksin sekitar 150 juta orang, atau sekitar 11 dosis vaksin per 100 penduduknya.

Sepuluh negara terbanyak memberikan vaksinasi COVID-19 per 100 penduduk negaranya secara berturut-turut adalah Seychelles (130 dosis vaksin per 100 penduduknya), Israel, Uni Emirat Arab, San Marino, Chili, Bahrain, Maldives, Inggris, Amerika Serikat dan Malta.

Baca juga: UGM pastikan GeNose mampu deteksi infeksi COVID-19 varian baru
Baca juga: Gelombang kedua COVID-19 di India yang mutlak dihindari (Indonesia)
Baca juga: Satgas COVID-19: Varian B1617 belum ditemukan di Indonesia