Jakarta (ANTARA) - Gelaran Piala Menpora 2021 adalah turnamen perdana yang menjadi awal tontonan laga sepak bola di Indonesia setelah laga vakum sejak setahunan lalu karena pandemi COVID-19.

Saking lamanya pertandingan vakum, banyak klub yang meliburkan pemain dan latihan karena berbagai pertimbangan, terutama klub liga 1 yang menjadi target peserta Piala Menpora.

Alhasil, masing-masing tim kerepotan harus menyiapkan pasukan dengan waktu yang terlalu mepet untuk berlaga di Piala Menpora yang dimulai pada 21 Maret lalu.

Rata-rata, setiap tim hanya punya waktu sekitar dua minggu untuk menyiapkan pemain begitu izin laga Piala Menpora keluar, setelah tarik-ulur perizinan demi memenuhi protokol kesehatan.

Ada tim yang memilih mengimpor dan mentransfer pemain di tengah keterbatasan waktu persiapan jelang laga, seperti Bhayangkara FC, Bali United,  dan Persib Bandung.

Namun, ada pula tim yang memilih mengasah skuad yang ada dan memaksimalkan pemain muda yang dimilikinya, seperti PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar.

Bahkan, PSM Makassar harus rela kehilangan cukup banyak pemain bintangnya yang memilih hengkang ke tim lain di tengah persiapan menghadapi Piala Menpora.

Beberapa nama pemain yang memutuskan pamit dari PSM Makassar, antara lain Ezra Walian, Rizky Pellu, Firza Andika, Ferdinand Sinaga, Leo Guntara, dan Irsyad Maulana.

Namun, ternyata ada banyak kejutan yang terjadi sepanjang jalannya laga Piala Menpora, sebab tim-tim yang hanya bermodalkan materi pemain lokal justru tampil gemilang.

Laga Piala Menpora juga memperlihatkan banyak bintang baru yang tampil mengejutkan dan di luar dugaan banyak pihak, dengan menyuguhkan permainan yang apik nan menawan.

Berikut beberapa pemain bintang baru nan bersinar di Piala Menpora:

1. Assanur "Torres" Rijal

Assanur Rijal adalah penyerang Persiraja Aceh yang tampil mengejutkan pada laga Piala Menpora dengan mencetak "hattrick" alias trigol dalam pertandingan perdana Grup D melawan Persita Tangerang, 24 Maret lalu.

Dari tiga gol Rijal untuk Laskar Rencong di laga tersebut, dua gol dihasilkannya lewat sundulan kepala, sementara satu gol lainnya datang lewat tendangan jarak dekat.

Di pertandingan melawan Persib Bandung, Rijal Torres juga menyumbangkan satu gol ke gawang yang dijaga kiper Teja Paku Alam di tengah pengawalan Nick Kuipers dan Victor Igbonefo, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, 2 April lalu.

Gol buah sundulan kepala Rijal Torres ke gawang skuad Pangeran Biru itu menggenapkan koleksi empat gol yang dicetaknya di Piala Menpora.

Pemuda kelahiran Lambeugak, Aceh, 2 Maret 1996 itu memang akrab dengan sapaan Rijal Torres, merujuk pada nama pemain besar Fernando Torres.

Bahkan, jika menilik akun Instagramnya, Rijal yang memiliki postur tinggi 1,65 meter yang baru saja menginjak usia 25 tahun itu juga menamai profil dirinya sebagai "Rijal Torres".

Kabar terbaru, Rijal Torres resmi bergabung ke klub Liga 2 Kaesang Pangarep, Persis Solo, yang diumumkannya melalui unggahan di akun Instagram resmi klub, Sabtu (17/4) lalu.

Akun @official.persissolo itu mengunggah foto dan video Assanur Rijal mengenakan kostum Persis Solo berwarna merah dengan hiasan desain grafis dan ucapan selamat datang.

Di Piala Menpora, Rijal Torres sementara ini masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan koleksi empat gol, tetapi sayang Persiraja harus keburu tersingkir di babak penyisihan.


Baca juga: Persiraja Banda Aceh taklukkan Persita Tangerang 3-1
Baca juga: Persiraja boyong 26 pemain ke Piala Menpora


2. Frets Listanto Butuan

Frets Listanto Butuan adalah pemain sayap Persib Bandung yang tampil gemilang di laga Piala Menpora dengan koleksi sementara tiga gol.

Pemain kelahiran Ternate, 4 Juni 1996 itu mencetak gol pertama pada babak penyisihan Grup D kontra Bali United dan berhasil menyelamatkan muka Persib dari kekalahan dengan laga berakhir imbang 1-1.

Gol kedua Frets Butuan tercipta saat Persib mengalahkan Persita pada babak penyisihan Grup D, kemudian gol ketiga Frets pada babak semifinal leg pertama kontra PSS Sleman.

Bisa dibilang, pemain 24 tahun yang mempunyai tinggi 1,67 meter itu merupakan "winger" yang haus gol dengan posisi sentral sebagai motor penyerangan.

Bahkan, dalam laman resmi Persib, eks pemain PSMS Medan itu dinobatkan sebagai "Man of the Match" semifinal leg pertama antara Persib dan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Jumat, 16 April lalu.

Frets terpilih karena kontribusinya terhadap tim dengan tampil sejak menit pertama, dan menyumbang satu gol yang menjadi penentu kemenangan 2-1 Maung Bandung atas Elang Jawa.

Baca juga: Frets Butuan tak menyangka menjadi pemain Persib


3. Pratama Arhan Alif Rifai

Pratama Arhan adalah bek muda PSIS Semarang yang turut mencuri perhatian atas penampilannya di laga Piala Menpora, terutama saat melawan Arema FC dalam laga Grup A Piala Menpora di Stadion Manahan, Solo, 30 Maret lalu.

Laskar Mahesa Jenar sebenarnya tertinggal lebih dulu, namun para pemain PSIS Semarang yang hanya bermodalkan pemain lokal mampu membalikkan keadaan hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-2.

Salah satu gol yang menjadi sorotan adalah tendangan bebas melengkung nan cantik dan satu assist Arhan yang membawa PSIS menang atas Arema.

Pemuda kelahiran Blora, 21 Desember 2001 itu adalah pemain Timnas Indonesia yang juga menjadi salah satu anak kesayangan Shin Tae-yong karena kebolehannya dalam "throw in" atau lemparan ke dalam jarak jauh.

Arhan memang dikenal dengan lemparan ke dalamnya yang jauh dan akurat ke area pertahanan lawan. Bahkan, kerap disejajarkan dengan Rory John Delap, eks pemain Stoke City yang lebih dulu dikenal karena lemparan ke dalamnya yang melegenda.

Namun, sosok dengan tinggi badan 1,7 meter itu membuktikan diri tak hanya jago dalam lemparan mautnya, dengan tampil impresif di Piala Menpora dan mengoleksi dua gol.

Arhan juga kerap dipercayakan menangani bola-bola mati PSIS, seperti ketika sukses menjadi eksekutor tendangan penalti saat PSIS lawan Tira Persikabo, 25 Maret lalu.

Tendangan-tendangan penjuru PSIS juga kerap dipercayakan ke Arhan, sebab umpan silangnya terhitung akurat dan sering membahayakan benteng pertahanan lawan.

Baca juga: Pratama ungkap lemparan ke dalam spesialnya setelah gol ke Qatar


4. Saddam Emiruddin Gaffar

Saddam Gaffar adalah striker muda PSS Sleman yang patut diperhitungkan dalam laga Piala Menpora dengan koleksi dua gol pada semifinal Piala Menpora ketika menghadapi Persib Bandung.

Gol pertama Saddam ke gawang Maung Bandung itu tercipta pada semifinal leg pertama kendati kalah 1-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, 16 April lalu.

Sedangkan gol kedua Saddam tercipta pada semifinal leg kedua saat PSS bermain imbang Persib dengan skor 1-1 di Stadion Manahan, Solo, 19 April lalu.

Meski PSS tak lolos ke babak final Piala Menpora, pemuda kelahiran Jepara, Jawa Tengah, 24 September 2001 itu sudah membuktikan kepiawaiannya mengolah bola.

Jebolan Elite Pro Academy (EPA) PSS Sleman itu juga pencetak gol terbanyak bagi skuad Super Elang Jawa pada Piala Menpora.

Pemain dengan postur jangkung 1,83 meter itu juga dikenal sebagai penyerang agresif yang tidak hanya menunggu bola umpan, tetapi rajin turun ke dalam untuk mencari bola dan dialirkan ke pemain lain agar serangan tak mandek.

Saddam memang bukan pemain sembarangan karena termasuk dalam jajaran punggawa Timnas U-19 asuhan Shin Tae-yong yang turut dibawa ke Spanyol, Januari 2021.

Baca juga: Persib ke final Piala Menpora meski ditahan imbang PSS Sleman 1-1


5. Hilman Syah

Hilman Syah merupakan penjaga gawang PSM Makassar yang namanya bersinar sebagai salah satu kiper di Piala Menpora karena penampilannya nan cemerlang dalam menjaga benteng pertahanan Juku Eja meski tanpa diperkuat satu pun pemain asing.

Bahkan, posisi kiper kelahiran Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, 25 Mei 1997 itu tak tergantikan sejak babak penyisihan.

Gawang yang dijaganya tidak pernah kebobolan saat laga Piala Menpora melawan Persija Jakarta, kecuali saat adu penalti, sehingga menjadi catatan prestasi yang patut diperhitungkan.

Mengawali laga perdana Piala Menpora, 22 Maret lalu, Hilman sanggup menjaga gawangnya nir kebobolan dengan skor akhir 2-0 melawan Persija Jakarta.

Pada semifinal, kedua tim kembali bertemu. Leg pertama yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 15 April lalu, Hilman sanggup menjaga keperawanan gawangnya dengan skor 0-0.

Di leg kedua, pertandingan normal selama 2x45 menit tak jua membuahkan gol bagi kedua tim sehingga harus dilakukan adu penalti untuk menentukan pemenang dalam laga di Stadion Manahan, Solo, 18 April 2021.

Dalam dua pertandingan yang dilalui, Hilman terbilang sukses menjaga gawangnya dari ancaman kebobolan pemain Macan Kemayoran.

Bahkan, duet Marko Simic dan Riko Simanjuntak pun tak bisa menembus gawang skuad Ayam Jantan dari Timur yang dijaga kiper berusia 23 tahun itu.

Hanya saja, PSM harus mengaku kalah dari Persija dalam adu penalti yang mengakhiri pertandingan dengan skor 3-4 yang membuat Hilman sempat menangis karena timnya gagal melenggang ke babak final.

Terbukti, perhelatan Piala Menpora 2021 memberikan kejutan, sekaligus kesempatan bagi pemain-pemain muda berbakat untuk menunjukkan prestasi dan permainan yang cemerlang.

Tiadanya keberadaan suporter di stadion dan gemuruh dukungan dari tribun penonton ternyata juga tak cukup menyurutkan semangat para pemain untuk tetap menyuguhkan penampilan terbaiknya.

Bagaimana kiprah mereka selepas Piala Menpora? Patut dinanti di Liga 1 2021 yang direncanakan segera bergulir pertengahan tahun ini jika persyaratan terpenuhi dan perizinannya disetujui dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah situasi pandemi.

Baca juga: Menpora minta tim juara Piala Menpora tak euforia berlebihan
Baca juga: LIB upayakan kajian penonton di stadion selesai sebelum 25 April
Baca juga: PSSI-LIB lapor kepada Menpora bahwa turnamen pramusim tanpa kendala
 

Oleh Zuhdiar Laeis
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021