Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana Rp2,63 triliun dari lelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara tambahan dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp3,41 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan lelang ini dilakukan untuk memenuhi target pembiayaan APBN.

Pemerintah memenangkan seluruh penawaran masuk untuk seri PBS027 sebesar Rp0,17 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,81872 persen.

Baca juga: Lelang sukuk serap Rp7,36 triliun

Untuk seri PBS017, pemerintah juga memenangkan seluruh jumlah penawaran masuk sebesar Rp0,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,73786 persen.

Untuk seri PBS004, pemerintah memenangkan Rp0,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,67 persen dari penawaran masuk Rp1,68 triliun.

Untuk seri PBS028, pemerintah memenangkan seluruh jumlah penawaran masuk Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,23607 persen.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari sukuk negara selama Januari-April 2021 mencapai Rp99,94 triliun.

Lelang tambahan sukuk ini dilakukan pemerintah di luar jadwal rutin, karena rendahnya penawaran yang masuk dari lelang sukuk pada Selasa (20/4/2021) yaitu hanya sebesar Rp17,9 triliun.

Dari lelang enam seri sukuk tersebut, pemerintah menyerap dana Rp7,36 triliun. Realisasi lelang ini di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp10 triliun.

Baca juga: Lelang sukuk serap Rp7,34 triliun
Baca juga: Pemerintah serap lelang sukuk Rp6,4 triliun