Tangerang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten memastikan stok darah di wilayah itu selama Ramadhan 1442 Hijriah aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Zainal Muttaqien di Tangerang, Rabu, mengatakan meski saat ini ketersediaan stok darah itu mengalami keterbatasan, pihaknya menjamin dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

"Ya, kalau untuk stok darah di Bulan Puasa ini memang ada keterbatasan, tetapi kita masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pada umumnya selama Ramadhan stok darah menipis, apa lagi ditambah kondisi saat ini masih pandemi COVID-19 yang berpengaruh kepada antusiasme para pendonor darah.

Selain itu, kata dia, kebanyakan para pendonor itu enggan melakukan donor darah pada Bulan Puasa, karena adanya kekhawatir yang berdampak buruk terhadap kondisi tubuhnya.

Baca juga: UTD PMI Lampung buka donasi paket sembako bagi pendonor darah

Padahal, kata dia, hal tersebut tidak membahayakan pada kesehatan.

"Pandemi COVID-19 ini memang sangat berpengaruh besar, di mana terjadi minimnya para pendonor darah. Apa lagi saat puasa ini mereka beralasan khawatir dengan kondisi tubuh adanya efek samping," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak perlu takut mendonorkan darahnya saat puasa.

Sebab, kata dia, sebelum melakukan donor itu mempersiapkan beberapa tahapan terlebih dahulu, seperti mempersiapkan kondisi fisik dan bersahur dengan asupan makanan minuman yang baik.

Selain itu, katanya, perlu memilih waktu yang tepat untuk pendonoran, seperti menjelang berpuka puasa atau setelah berbuka puasa agar kondisi badan kembali pulih.

"Untuk mempermudah masyarakat, PMI juga memulai waktu donornya saat puasa mulai pukul 17.00 WIB, agar nanti pendonor setelah diambil darahnya bisa langsung berbuka puasa," kata dia.

Baca juga: Produksi darah PMI Banjarmasin terganggu karena utang RS besar
Baca juga: Pemkot Pontianak canangkan kampung donor darah