Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah seiring kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya kasus COVID-19 global.

Pada pukul 9.35 WIB, rupiah melemah 27 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.525 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.498 per dolar AS.

"US treasury 10-year yield turun ke level 1,57 persen di tengah pantauan investor terhadap kinerja pendapatan perusahaan. Sementara kekhawatiran baru tentang pandemi mendorong investor kembali ke instrumen safe-haven," tulis Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Rupiah ditutup menguat pasca BI tahan suku bunga acuan

Musim laporan keuangan kuartal I-2021 dimulai dengan awal yang kuat dengan pendapatan pada sektor keuangan telah melampaui ekspektasi sebesar 38 persen, sementara sektor lainnya yang termuat dalam S&P 500 telah naik sebesar 12 persen, menurut data Credit Suisse.

Imbal hasil (yield) obligasi AS kembali turun setelah Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) memperingatkan bahwa infeksi COVID-19 global mendekati level tertingginya.

Baca juga: Dolar "rebound", penurunan minyak pukul unit terkait minyak mentah

Negeri Paman Sam sendiri mempertahankan kecepatan 3 juta vaksinasi per hari, di tengah 67.100 infeksi baru setiap hari yang masih tercatat.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.590 per dolar AS hingga Rp14.630 per dolar AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Pada Selasa (20/4) lalu, rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.498 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.548 per dolar AS.