Denpasar, Bali (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Komaruddin Simanjuntak mengharapkan Bali mampu menjaring sebanyak-banyaknya bibit-bibit atlet tinju, karena potensi di Pulau Dewata cukup banyak generasi muda yang ingin menjadi atlet cabang olahraga tersebut.

"Potensi bibit-bibit atlet tinju di Bali cukup banyak, karena itu perlu dijaring dan dibina sehingga ke depannya memiliki atlet tinju berprestasi dari Bali. Saya mendukung pengembangan dan pembinaan tinju di Pulau Dewata," kata Komaruddin pada acara Pelantikan Pengurus Pertina Bali Periode 2021-2025 di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan pihaknya mendukung visi dan misi Pengurus Pertina Bali untuk mengembangkan tempat latihan berbasis "sport science" dan "sport tourism".

Baca juga: PB Pertina dorong kolaborasi kembangkan "Boxing and Tourism"

"Kami mendukung semua rencana Pengurus Pertina Bali. Karena Bali memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk mengunjungi Pulau Dewata. Dan kami yakin langkah ini akan menjadi daya tarik juga melakukan pelatihan-pelatihan berskala nasional di Bali," katanya.

Komaruddin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang telah memberikan dukungan penuh kepada Pertina Bali, serta apresiasi kepada panitia dan pengurus Pertina Bali. Kepengurusan baru saat ini diharapkan dapat mengemban tugas dengan baik, junjung tinggi sportifitas seperti semboyan Pertina "Satria di dalam dan di luar ring".

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Adi Wiryatama selaku pengurus selama 20 tahun memimpin Pertina Bali dengan berbagai prestasi yang dicapai.

Baca juga: Pengurus baru Pertina genjot pembinaan usai dilantik KONI Pusat

"Kami berharap kepengurusan baru ini mampu menunjukkan kekompakan dan melanjutkan semangat kepengurusan sebelumnya," ujarnya.

Menurut dia, Indonesia pada era 1980 hingga 1990-an banyak melahirkan petinju amatir yang punya nama besar, seperti Syamsul Anwar Harahap, Ellyas Pical, Albert Papilaya, Pino Bahari dan La Paena Masara. Mereka sukses di kancah profesional.

Selain mengembalikan petinju amatir mulai usia dini, Pertina juga sudah menyiapkan visi dan misi lain mulai dari pembenahan sarana dan prasarana tinju yang ada di pusat dan daerah, membenahi organisasi. Menambah frekuensi pertandingan minimal 15 kali dalam setahun dan "sport science".

"Untuk pengembangan 'sport tourism'. Bahkan kami juga sudah mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," kata mantan Pangdam IX/Udayana itu.

Untuk sport tourism, PP Pertina bakal menggelar kejuaraan di 10 titik lokasi pariwisata unggulan di Tanah Air dengan konsep terbuka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Ini salah satu upaya untuk mendukung pariwisata sekaligus untuk memberi kesempatan petinju amatir untuk unjuk kemampuan," kata Komaruddin.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mendukung pengembangan olahraga tinju yang bernaung dalam Pertina Bali dan pusat. Terlebih saat ini telah dilantik kepengurusan baru Pertina Bali yang dipimpim Made Muliawan Arya dengan harapan dapat meneruskan prestasi-prestasi olahraga tinju Bali, baik nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan tersebut Wayan Koster juga menyampaikan dukungan kepada Pertina Bali untuk menggali bibit petinju andal sehingga mampu mengembalikan kejayaan Bali dalam dunia tinju di kancah nasional serta peningkatan prestasi dapat dimanfaatkan bagi para atlet tinju Bali.

Disamping itu harapan nantinya di organisasi ini mampu menjadi ruang kolaborasi antara olahraga tinju dan kepariwisataan di Bali.

"Ke depan kita akan kolaborasikan olahraga tinju dengan kepariwisataan di Bali tentunya ini menjadi peluang yang baik dari Bali sebagai destinasi wisata," ujarnya.

Sementara Ketua Pertina Provinsi Bali Made Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah mengatakan pihaknya akan terus menjalankan amanat untuk pengembangan cabang olahraga tinju di Pulau Dewata.

"Kami bersama pengurus akan terus melakukan penjaringan bibit-bibit tinju, sehingga ke depannya Bali memiliki atlet tinju yang andal dan mampu meraih prestasi terbaik," ujarnya.

De Gadjah lebih lanjut mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Bali untuk membangun arena tinju untuk pembinaan dan kejuaran. Bahkan Gubernur Wayan Koster segera akan memberikan lahan, yakni aset provinsi untuk membangun arena tersebut di kawasan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali dan Ketua DPRD Bali telah mendukung untuk kemajuan cabang olahraga tinju di Bali. Semoga ke depannya dengan arena latihan tersebut akan mampu melahirkan bibit-bibit tinju berprestasi untuk mengharumkan nama Bali di kancang nasional, dan mengharumkan Indonesia di dunia," katanya.