Jakarta (ANTARA) - Bek Aston Villa Tyrone Mings pada Jumat malam mengungkapkan dirinya menjadi sasaran serangan rasial daring dan ia meminta pengikutnya untuk tidak mengasihaninya, serta mengajak mereka bersama-sama berjuang untuk perubahan.

Melalui kanal-kanal media sosial pribadinya, bek berusia 28 tahun itu mengunggah gambar tangkapan layar serangan rasial yang masuk melalui pesan pribadi akun instagram pribadinya, @tyronemings.

Baca juga: Bek Slavia Praha Ondrej Kudela diskors 10 laga karena rasisme

"Hari yang lain dalam kehidupan media sosial tanpa saringan..." demikian tulis Mings dalam unggahan akun twitter pribadinya, @Official_TM3.

"Mohon jangan mengasihani kami, berdirilah di samping kami untuk berjuang melakukan perubahan. Media sosial tidak akan menjadi lebih aman tanpa itu semua," tulisnya dalam unggahan yang sama.
Tangkapan layar dengan pesan serupa juga diunggah oleh Mings melalui story instagramnya, namun ironisnya story itu dihapus oleh pihak instagram dengan alasan pelanggaran aturan pencegahan rasial.

Mings lantas mengunggah story lain dengan tangkapan layar dari instagram sembari membubuhkan sebuah gif "WOW" yang mewakili keterkejutannya.
Tangkapan layar unggahan Instagram Story bek Aston Villa Tyrone Mings yang mengungkapkan kekagetannya karena story awalnya soal serangan rasial daring yang dialaminya dihapus oleh Instagram. (instagram.com/tyronemings)


Sementara itu pihak Villa segera memberi dukungan kepada Mings atas serangan rasial daring yang dialaminya, menyebut hal itu menjijikan.

"Kami mengutuk segala bentuk diskriminasi rasial dan akan terus berdiri di samping Tyrone, salah seorang sosok inspiratif dalam perjuangan melawan rasisme," kata Villa dalam pernyataan resmi klub.

Baca juga: Mourinho sebut Spurs pertimbangkan boikot medsos

Mings merupakan pesepak bola Liga Inggris kesekian yang menjadi sasaran serangan rasial daring setelah trio Manchester United Anthony Martial, Axel Tuanzebe dan Marcus Rashford serta bek Chelsea Reece James.

Di tengah tekanan dari otoritas sepak bola Inggris kepada penyedia layanan media sosial untuk mengatasi masalah tersebut, Instagram mengumumkan langkah mereka dan Twitter bersumpah untuk terus melanjutkan sikap tegas yang sudah mereka lakukan terhadap lebih dari 700 kasus serangan terkait sepak bola di Inggris pada 2019.

Baca juga: Manchester United minta pendukung ikut lawan rasisme
Baca juga: Atlet Brazil jalani pelatihan anti-rasisme jelang Olimpiade Tokyo