Yogyakarta (ANTARA News) - Tempat pembukaan Muktamar Muhammadiyah, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, tidak mampu menampung seluruh peserta dan pengunjung rapat akbar organisasi massa itu, Sabtu.

Wartawan ANTARA di Yogyakarta melaporkan bahwa puluhan ribu pendukung tidak bisa masuk ke dalam stadion yang sudah penuh sesak peserta muktamar, sebagian dari mereka bahkan terpaksa meninggalkan tempat pembukaan.

"Saya tidak boleh masuk stadion oleh petugas keamanan karena memang saya tidak memiliki undangan tapi hanya sebagai penggembira," kata Siti Khadijah dari Garut, Jabar.

Dia yang datang bersama 22 temannya juga tidak bisa masuk, sehingga memutuskan untuk pulang kembali ke hotel.

Sementara di luar stadion, puluhan ribu pendukung tetap ada yang duduk-duduk sambil menunggu kemungkinan bisa masuk stadion.

Puluhan ribu massa tetap berupaya bisa masuk ke dalam stadion dan terkonsentrasi di beberapa pintu masuk.

Khaidir, salah seoraang pengurus Muhammadiyah dari Tegal mengatakan, dirinya tetap berupaya bisa msuk stadion untuk bisa melihat langsung acara pembukaan.

"Kami bersama rekan-rekan sudah sejak dari tai berupaya masuk tapi dicegah oleh petugas karena alasan di dalam sudah penuh," katanya.

Agenda acara pembukaan Muktamar Seabad Muhammadiyah akan diisi oleh sejumlah pertunjukan tarian kolosal.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Madinah, Arab Saudi, akan membuka muktamar melalui komunikasi satelit yang juga diikuti oleh pengurus Muhammadiyah dan peserta di Yogyakarta.

(A025*E001/S026)