Solok (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto meminta pemerintah agar mendirikan Bilih Center untuk menjaga dan memastikan kelestarian populasi ikan bilih di Danau Singkarak yang meliputi Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang terus mengalami penurunan.

Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto di Solok, Rabu mengatakan, populasi ikan bilih di Danau Singkarak terus mengalami penurunan.

Untuk itu, ia meminta pemerintah agar mendatangkan teknologi pembibitan sebagai salah satu upaya mengatasi kelangkaan populasi ikan endemik tersebut.

"Dukungan teknologi pembibitan dan pengembangannya sangat dibutuhkan untuk memulihkan populasi ikan bilih," kata dia.

Baca juga: KKP-Pemda Sumbar bakal bikin Pusat Ikan Bilih Nasional

Menurut dia, pulihnya populasi ikan bilih dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Singkarak.

"Ditambah lagi banyaknya masyarakat di sekitar danau yang mengandalkan hidupnya sebagai nelayan. Jika ikan bilih punah maka otomatis masyarakat tersebut kehilangan mata pencaharian," ucap dia.

Baca juga: Semen Padang bangun replika Danau Singkarak lestarikan ikan bilih

Untuk itu, menurutnya pemerintah perlu mendirikan Bilih Center untuk menjaga dan memastikan kelestarian populasi ikan bilih yang saat ini mulai punah.

"Belum lama ini kami berkunjung ke Danau Singkarak. Dalam kunjungan tersebut, dilepaskan bibit ikan ke danau. Selain itu menyerahkan bantuan modal kerja kepada komunitas perikanan Sumatera Barat," ucapnya.

Baca juga: Menyelamatkan ikan bilih Singkarak

Ia berharap bantuan modal kerja tersebut semoga bisa mendorong terciptanya lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi komunitas perikanan Sumatera Barat.

Selain mengunjungi Danau Singkarak, rombongan Komisi IV didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah berkunjung juga ke Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) yang berlokasi di Aripan, Kabupaten Solok.

Di lokasi ini rombongan mendapat penjelasan tentang berbagai jenis tanaman buah tropika unggulan yang sedang dikembangkan antara lain durian, alpukat, buah naga dan pisang.

Baca juga: Sumbar buat aturan untuk selamatkan ikan bilih