Jakarta (ANTARA) - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan DPO terduga teroris berinisial NF telah diamankan setelah orang tuanya memberikan informasi kepada Polsek Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Diamankan saudara NF hasil dari informasi orang tuanya sendiri kepada Polsek Setiabudi," kata Ramadhan dalam konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Ramadhan mengatakan orang tua NF memberitahukan keberadaan anaknya kepada Polsek Setiabudi, Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (8/4).

Baca juga: Terduga teroris yang menyerahkan diri dibawa ke Densus Antiteror

Setelah mendapat informasi tersebut, Tim Reserse Polsek Setiabudi sekitar pukul 23.00 WIB datang ke rumah orang tua NF untuk mengamankan.

"Jadi bukan menangkap ya, mengamankan. Selanjutnya menyerahkan ke Densus 88yang memiliki kewenangan penyidik tindak pidana terorisme," kata Ramadhan.

Saat ditanyakan apakah NF menyerahkan diri atau diamankan, Ramadhan menjelaskan jika menyerahkan diri itu pelaku datang sendiri ke kantor polisi.

"Orang tuanya memberi informasi tentang keberadaan anaknya, jadi kalau menyerahkan diri itu dia (NF-red) datang, tapi ini orang tuanya memberikan informasi keberadaan anaknya," kata Ramadhan.

Baca juga: Satu terduga teroris Jakarta Selatan menyerahkan diri

Baca juga: Terduga teroris NF diketahui sebagai penerima BST


NF diamankan di rumah orang tuanya di wilayah Setiabudi setelah menjadi buronan Tim Densus 88 Anti Teror karena terlibat dengan kelompok terduga teroris yang diamankan di wilayah Jakarta.

Tim Densus 88 Anti Teror memasukkan nama NF dalam daftar pencarian orang (DPO), terkait dengan empat terduga teroris, BS, AJ, ZA dan WJ yang telah ditangkap akhir Maret lalu.

Tiga dan empat terduga teroris yang telah ditangkap tersebut membuat video pengakuan terkait rencana teror yang akan dilakukan dengan meledakkan tempat usaha milik pengusaha China dan SPBU.

NF tercatat sebagai warga RT 003, RW 004, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, juga terdaftar sebagai penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan terakhir sempat mencairkan bantuan tersebut awal Februari 2021.

Namun sejak menikah 5 tahun lalu, pria 35 tahun itu sudah tidak tinggal lagi di RT 03, RW 04, Tanjung Barat, melainkan telah pindah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: Densus 88 menangkap terduga teroris di Pasar Rebo

Baca juga: Polri ungkap keterlibatan terduga teroris Pasar Rebo

Baca juga: Polri: Jumlah DPO terduga teroris di Jakarta bertambah jadi 6 orang