Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua Harian Satgas COVID-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mendorong apotek dan klinik menyiapkan layanan tes COVID-19 GeNose untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan alat tersebut.

Arif Fadillah mengatakan pemerintah pusat secara resmi telah menetapkan GeNose sebagai salah syarat melakukan perjalanan baik darat, laut, maupun udara.

Dengan biaya yang relatif terjangkau dibanding tes cepat, yaitu sekitar Rp40 ribu. Masyarakat dipastikan lebih banyak memilih menggunakan GeNose ketika hendak berpergian.

"Sepengetahuan kami, Kimia Farma sudah punya alat GeNose, yang lainnya juga kami dorong. Sehingga tes GeNose tidak harus terpusat di bandara dan pelabuhan, tapi bisa di apotek atau klinik," ujar Arif di Tanjungpinang, Kamis.

Kendati begitu, Arif menyampaikan penerapan GeNose di daerah itu masih terbatas untuk transportasi udara, seperti bandara Hang Nadim Batam dan Bandara RHF Tanjungpinang.

Kalau untuk pelabuhan belum bisa dilakukan, karena persediaan hasil produksi dalam negeri itu masih terbatas dan pembeliannya dengan sistem antre.

Pemprov Kepri sudah sekitar tiga bulan ke belakang memesan alat itu ke Jakarta, tapi tak kunjung tiba.

"RSUD Kepri juga sudah pesan, tapi memang barangnya belum sampai," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pemprov memang akan menerapkan GeNose di pelabuhan setempat, sebab pelabuhan jadi moda transportasi utama warga di daerah tersebut hampir 96 persen menggunakan jasa tersebut.

Meski demikian, penerapan GeNose di pelabuhan dibatasi hanya untuk perjalanan jauh. Misalnya, pelayaran tujuan ke Kepulauan Anambas dan Natuna.

"Kalau untuk Batam, Karimun, dan Lingga belum perlu. Cukup dengan alat pengukur suhu tubuh, karena perjalanannya tidak terlalu jauh," demikian Arif.

Baca juga: AP I Bandara YIA berikan layanan GeNose mulai 1 April

Baca juga: Stasiun Kediri layani GeNose C19


Baca juga: Layanan GeNose di Stasiun Cirebon hanya butuh waktu tiga menit