Jakarta (ANTARA News)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi masih bertahan, karena sebagian pelaku pasar masih belum masuk ke pasar, namun pelaku cenderung berspekulasi membeli rupiah meski relatif kecil.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar naik tipis lima poin menjadi Rp9.165-Rp9.175 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.170-Rp9.180.

Dirut Finan Corpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, mengatakan, isu bahwa kawasan Asia merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi global mengakibatkan pelaku asing masih melakukan pembelian terhadap rupiah.

Meski pasar saham dunia dan regional cenderung agak melemah yang didukung oleh membaiknya dolar terhadap euro, katanya.

Euro turun menjadi 1,2299 dolar dari 1,2327. Dolar terhadap yen turun dari 91,44 menjadi 91,38.

Edwin Sinaga mengatakan, nilai tukar rupiah akan terus menguat hingga mendekati angka Rp9.150 per dolar, apabila pelaku pasar tetap melakukan pembelian.

Pelaku pasar diperkirakan akan membeli rupiah sampai diumumkannya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada awal bulan depan, katanya.

Menurut dia, dampak kenaikan TDL kemungkinan tidak akan mengimbas terhadap laju inflasi, karena kenaikan tarif TDL hanya diperuntukkan untuk kalangan konsumen menengah ke atas.

"Karena itu peluang rupiah untuk menguat masih tetap tinggi, apalagi investor asing menyatakan ingin melakukan investasi di kawasan Asia khususnya Indonesia," ucapnya.

Ia mengatakan, suku bunga acuan (BI Rate) Bank Indonesia yang tetap mencapai 6,5 persen merupakan faktor utama yang mendorong pelaku asing bertekad untuk masuk ke pasar domestik.

Karena pelaku asing masuk ke pasar domestik karena mereka menilai pasar Indonesia merupakan pasar yang dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi akibat selisih bunga rupiah terhadap dolar yang tinggi, ucapnya
(h-CS/A024)