Kudus (ANTARA News)- Kementerian Kehutanan memberikan penghargaan Wana Lestari kepada PT Djarum atas kepeduliannya dalam mendukung kebijakan pembangunan di bidang kehutanan, Senin.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dalam sambutannya mengatakan, PT Djarum dan 18 industri perkayuan di Indonesia yang mendapatkan penghargaan atas kepeduliannya di bidang kehutanan perlu dicontoh oleh semua pihak agar aktif melakukan penanaman pohon.

Keterlibatan dan kepedulian mereka dalam melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara swadana atau swakarsa perlu mendapatkan penghargaan.

Untuk itu, pemerintah berupaya memberikan apresiasi dalam bentuk piagam penghargaan sertifikat kepedulian penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai dukungan atas progam 1 miliar penanaman pohon 2010.

Selain memberikan piagam penghargaan, Menteri Kehutanan juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Dirjen Bina Produksi Kehutanan dengan PT Djarum dalam rangka pengembangan hutan tanaman melalui hutan tanaman industri, hutan tanaman rakyat dan hutan rakyat kemitraan.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dengan 18 industri perkayuan untuk kegiatan penguatan kapasitas, pendampingan dan penyuluhan teknis kehutanan dalam membangun hutan oleh rakyat dari bibit yang dibagikan oleh pemegang izin industri melalui pola kemitraan.

Hal ini, kata dia, sangat strategis bagi perusahaan yang peduli atas perbaikan kualitas lingkungan hidup dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya dengan melibatkan masyarakat secara langsung dan mendapatkan hasil dengan harga yang wajar dari pelaku industri perkayuan.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PT Djarum, Victor Rachmat Hartono menyambut baik atas penghargaan wana lestari dari Kementerian Kehutanan tersebut.

"Saat ini, kami masih memfokuskan penghijauan di wilayah Jateng, termasuk penanaman pohon trembesi di wilayah Jalan Pantura," ujarnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, kata dia, pihaknya membutuhkan kerjasama dengan sejumlah institusi pemerintah, seperti Dinas Pembangunan pemda setempat, karena berkaitan dengan lahan di tepi jalan yang akan dijadikan target penanaman pohon trembesi.

"Manfaat pohon trembesi ini memang cukup besar, karena diklaim mampu menyerap 28 ton atau sekitar 28.442 kilogram karbon dioksida (CO2) per pohon per tahun," ujarnya.

Sejak April hingga Mei 2010, katanya, jumlah pohon trembesi yang berhasil ditanam di sejumlah daerah, terutama di tepi jalan mencapai 2.777 batang pohon, termasuk sepuluh batang pohon trembesi yang ditanam oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan bersama sejumlah pejabat terkait di Jalan Lingkar Utara, di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus.

PT Djarum selama ini juga memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (coorperate sosial responsibility/CSR) Bhakti Lingkungan, selain Bhakti Pendidikan, Bhakti Olahraga, dan Bhakti Budaya.
(ANT/P003)