Beijing (ANTARA) - Perusahaan vaksin CanSino Biologics China mengatakan tingkat keampuhan vaksin COVID-19 dosis tunggal miliknya kemungkinkan berkurang seiring berjalannya waktu, meski seharusnya masih memiliki tingkat 50 persen atau lebih selama lima sampai enam bulan pascavaksinasi.

Dosis kedua yang diberikan kepada partisipan uji coba setelah enam bulan dari dosis pertama dapat memberikan perlindungan yang besar, kata kepala ilmuwan CanSinoBIO, Zhu Tao, saat persentasi daring Rabu malam.

"Suntikan booster enam bulan kemudian menghasilkan peningkatan 7-10 kali lipat pada tingkat antibodi penetral, sehingga kami berharap kemanjuran dalam kasus ini bisa mencapai 90 persen lebih," kata Zhu, meski dirinya memperingatkan data uji klinis yang lebih banyak diperlukan untuk perkiraan yang lebih tepat.

CanSino Biologics pada Februari melaporkan data sementara yang menunjukkan vaksin COVID-19 buatannya 68,83 persen ampuh mencegah gejala COVID-19 dua pekan setelah vaksinasi, tetapi tingkat itu berkurang menjadi 65,28 persen setelah empat pekan.

Data pada Februari mencerminkan rentang waktu yang lebih singkat pascavaksinasi, kata Zhu.

Vaksin COVID-19 CanSino mengantongi restu regulator di China, Pakistan, Hongaria dan Meksiko.

CanSino Biologics juga berencana melakukan uji klinis di China untuk vaksin COVID-19 versi inhaler.

Sumber: Reuters

Baca juga: Paspor vaksin bakal diperlukan untuk bepergian ke luar negeri saat ini

Baca juga: Vaksin COVID-19 Pfizer diklaim 100 persen aman untuk anak