Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, mengembangkan budi daya ulat magot atau larva dari lalat tentara hitam agar bernilai ekonomi bagi warga setempat.

"Jika sudah banyak, kami berencana akan menjual untuk umum," kata Lurah Kebon Baru Fadhilah Nursehati, di Jakarta, Minggu.

Budi daya ulat magot itu dilakukan di rumah dinas lurah di Jalan Kampung Dalam 4 RT06/14, Kebon Baru, Tebet.

Pengelolaan budi daya magot itu dilakukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kebon Baru.

Baca juga: Pemkot Jaksel budidaya ulat magot atasi persoalan sampah

Di rumah dinas lurah tersebut berdiri kandang pengembangbiakan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang menghasilkan telur dan menetas menjadi larva atau magot.

Pengembangbiakan magot tersebut baru dilakukan sekitar satu bulan lalu.

Adapun makanan magot itu adalah bahan organik atau sampah-sampah organik rumah tangga yang diurai oleh ulat tersebut.

Selain mengurangi sampah organik dan bau dari sampah itu, magot juga dapat menjadi pakan ternak ikan dan burung.

Baca juga: Warga Kuningan Barat rintis budidaya maggot

"Selain bermanfaat untuk mereduksi sampah organik, juga bisa menjadi sumber pakan ternak dan pupuk," imbuhnya.

Saat ini, program ramah lingkungan itu baru tahap percontohan.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga setempat terkait pengelolaan sampah tingkat RW.

Saat ini, lanjut dia, warga yang belum memiliki lokasi dan sarana pengembangan magot, baru sebatas meminta magot tersebut untuk mengurai sampah organik rumah tangga.

Baca juga: Warga Jakarta tidak tahu perbedaan jenis sampah

Ketika sudah besar, lanjut dia, larva tersebut dikembalikan lagi di kandang kelurahan dan kembali meminta bibitnya.

"Saat ini baru terpakai untuk pangan ikan yang ada di kelurahan dan burung milik PSSU," ucapnya.