Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Utara mengingatkan personel untuk tidak melalaikan penerapan protokol kesehatan meski telah mengikuti vaksinasi COVID-19.

Kepala Bagian Sumber Daya Polres Metro Jakarta Utara AKBP Yayuk Suwitaningsih di Mapolrestro Jakarta Utara, Rabu, mengatakan hal itu sudah disampaikan sejak jauh-jauh hari oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan sewaktu apel sebelum pelaksanaan vaksinasi.

Hingga kini imbauan itu masih terus dilaksanakan oleh personel di lingkungan Polres Metro Jakarta Utara.

"Pascavaksinasi, mereka masih menggunakan masker, terutama di lingkungan Polres Metro Jakarta Utara. Tidak hanya anggota, tapi juga para tamu wajib menggunakan masker dan menjaga prokes," kata Yayuk.

Mereka jadi malu sendiri kalau tidak pakai masker sehingga seperti sudah menjadi kebiasaan. "Kalau misalnya (masker) tertinggal, pasti balik dulu dipakai maskernya," kata Yayuk saat ditemui ANTARA.

Yayuk mengatakan kebiasaan menjaga protokol kesehatan tersebut juga terus diawasi oleh masing-masing kepala subsatuan kerja, mulai dari tingkat kepala unit sampai tingkatan yang lebih tinggi.

Baca juga: Polrestro Jakarta Utara tugaskan delapan nakes jadi vaksinator
Baca juga: 576 personel Polrestro Jakarta Utara sudah vaksinasi dosis pertama


Menurut Yayuk, hingga saat ini belum pernah ada kejadian personel dihukum karena lalai menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang terus dibudayakan di lingkungan Polres Metro Jakarta Utara.

"Karena pengawasan melekat dari masing-masing pimpinannya, juga rekan sejawat juga mengingatkan," kata Yayuk.

Di Polres Metro Jakarta Utara, vaksinasi dosis pertama telah diberikan kepada 576 personel dari 1.146 total personel yang ada, mulai dari subsatuan kerja di Mapolres Metro Jakarta Utara hingga di Polsek yang ada di Jakarta Utara sejak 5 Maret hingga 23 Maret 2021.

Tercatat ada separuh dari jumlah tersebut, yakni 261 personel sudah mengikuti vaksinasi dosis kedua dan jumlahnya masih terus bertambah hingga hari ini.

"Itu (vaksinasi dosis kedua) mulai dari tanggal 19 sampai 23 Maret, sebanyak 261 orang. Tapi data hari ini (24 Maret) itu belum masuk ya. Masih diinput datanya," kata Yayuk.