JAKARTA (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah dengan menyasar kalangan pemuda dan mahasiswa kader organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah.

“Selain itu acara ini diharapkan bisa menjadi solusi dan menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangan sesuai prinsip syariah melalui berbagai produk, layanan, dan fitur-fitur yang lengkap,” kata Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, terkait perjanjian kerjasama inklusi keuangan dengan ormas tersebut.

Selain melakukan perjanjian kerjasama inklusi keuangan, kata Kokok, Bank Syariah Indonesia juga menyerahkan buku tabungan BSI kepada 1.000 kader pemuda Muhammadiyah dan KUR BSI kepada 100 pelaku bisnis mikro kader pemuda Muhammadiyah.

Peran PP Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga otonom dinilainya, cukup strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah, sehubungan dengan besarnya jumlah jaringan pemuda di bawahnya serta jaringan sekolah dan universitas yang dapat mencapai 28.159 unit.

Dengan estimasi total untuk siswa dan mahasiswa di bawah naungan PP Pemuda Muhammadiyah sejumlah 4 juta jiwa, Bank Syariah Indonesia berharap kerja sama dengan pemuda Muhammadiyah bisa terus berlanjut.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masing-masing 8,9 persen dan 9,1 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan konvensional yang sudah mencapai masing-masing 38 persen dan 76,19 persen.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang mencapai 87,18 persen dari total 255 juta penduduk, memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Baca juga: Digitalisasi transaksi, BSI rilis QRIS di rest area
Baca juga: Bank Syariah Indonesia rambah pembiayaan pasar wholesale
Baca juga: Kembangkan ekosistem halal, BSI bidik industri halal