Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan para pekerja sosial (peksos) berperan aktif dan bekerja sama dengan pihak terkait dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19.

Risma mengajak peksos dan pihak terkait untuk memperkuat kerja sama dan mempererat solidaritas demi mengatasi isu yang muncul, seperti rasisme, kekerasan, kelaparan, perubahan iklim, ketidakadilan, dan ketidakmerataan.

“Krisis ini juga mengajarkan kepada kita bahwa secara global, kita semua terhubung dan saling mempengaruhi, menembus semua batas dan ‘kotak-kotak' yang selama ini kita yakini sebagai suatu identitas. Mari tingkatkan kerja sama dan mempererat solidaritas," kata Risma saat memberikan sambutan dalam peringatan “Hari Pekerjaan Sosial Sedunia 2021” secara daring di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Perjuangan Peksos tangani kasus anak di tengah pandemi

Baca juga: Sulit koordinasi hingga risiko terpapar, tantangan Peksos kala pandemi


Tahun ini, peringatan "Hari Pekerjaan Sosial Sedunia 2021” mengusung tema Ubuntu: I Am because We Are: Strengthening Social Solidarity and Global Connectedness.

Dari sana, Risma meyakini "Ubuntu" dalam bahasa Afrika "Saya karena kami" bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Ia yakin nun di seberang lautan sana, di Afrika, sebagai makhluk sosial kita juga berbagi nilai-nilai yang sama.

Risma mengatakan nilai-nilai filosofi dalam budaya Indonesia tercermin istilah seperti bhinneka tunggal ika, gotong royong, tepo seliro, musyawarah dalam mufakat, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, Pela Gandong dan lainnya.

"Semua maknanya merupakan ikatan persatuan yang saling mengangkat saudara, solidaritas sosial dan masih banyak lagi filosofi-filosofi hidup orang Indonesia yang sangat beragam,” kata dia.

Risma berpesan kepada peksos agar tidak lupa menerapkan sila demi sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta memprioritaskan mereka yang paling rentan dalam masyarakat, dan harus mampu mengubah krisis menjadi peluang.

Sejalan dengan hal itu, Risma juga menegaskan keseriusan pemerintah dalam penanganan pandemi, yakni dengan dimulainya tahapan vaksinasi dan meminta para peksos tidak lengah dengan pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung.

Selain itu, dia meminta pekerja sosial mengambil peranan untuk berkontribusi dalam mengatasi kesenjangan dalam layanan kesejahteraan sosial dengan mempertimbangkan ketidakmerataan akses teknologi komunikasi.

“Pekerja sosial dituntut untuk menunjukkan inisiatif dan ide-ide baru agar tetap mampu memberikan layanan terbaik bagi yang membutuhkan dengan mengedepankan prinsip keamanan dan keselamatan,” tuturnya.

Baca juga: 771 Sakti Peksos terjun tangani keluarga terdampak COVID-19

Peringatan Hari Pekerjaan Sosial Sedunia jatuh pada pekan ketiga bulan Maret. Tahun ini jatuh pada tanggal 16 Maret 2021. Peringatan ini merupakan mandat dari International Federation of Social Workers (IFSW) bagi negara-negara dan organisasi anggotanya terutama pada para peksos di seluruh dunia untuk menyuarakan dan mempromosikan isu-isu penting tentang kemanusiaan setiap tahun.

Peringatan International Federation of Social Workers (IFSW) dibarengi dengan agenda seminar. Peserta seminar berjumlah antara 500-3.000 orang terdiri dari peksos, baik yang bekerja di lingkungan pemerintahan maupun swasta dan lembaga swadaya masyarakat serta berbagai setting praktik, pemangku kebijakan, Pimpinan Kemensos, Dinas Sosial, Kementerian dan badan legislatif.