Jakarta (ANTARA) - Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Hananto meminta para orang tua memperhatikan kandungan gula pada makanan anak, karena tidak hanya berdampak pada gigi tetapi juga kesehatan tubuh anak.

“Orang tua perlu memperhatikan kandungan gula pada makanan anak. Selain dampak negatif bagi tumbuh kembang anak, juga dapat menempel pada gigi dan merusak gigi jika tidak dibersihkan,” ujar Hananto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Makanan dan minuman yang tinggi kandungan gula seperti kental manis, lanjut dia, juga berdampak buruk pada kesehatan anak. Kandungan gizi kental manis jauh dari susu murni. Dalam setiap sendok kental manis, setidaknya terkandung 5,5 gram lemak jenuh yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Selain itu kandungan gulanya bisa sampai 15 gram per sajian.

Kadar gula tinggi, selain dapat mempengaruhi kondisi gula darah juga menaikkan berat badan sehingga berpotensi menimbulkan obesitas.
Baca juga: Ahli: beri asupan gula secukupnya pada anak
Baca juga: Terlalu banyak gula memicu anak berperilaku buruk


“Selain dampak negatif bagi tumbuh kembang anak, maka yang perlu diwaspadai adalah sisa susu yang mengandung gula tinggi menempel gigi bisa juga merusak jika tidak segera dibersihkan,” tambah Hananto.

Untuk itu para orang tua wajib memperhatikan kondisi gigi anak seusai mengonsumsi kental manis.

Dosen Prodi Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tria Astika Endah Permatasari, mengatakan konsumsi kental manis pada balita meningkatkan risiko kekurangan gizi, kurus, gizi buruk, stunting. Juga terdapat pula masalah kesehatan gigi dan mulut, karies gigi pada balita.

“Juga resiko penyakit degeneratif yakni obesitas, diabetes melitus dan lainnya,” kata Tria.
Baca juga: Cara agar anak terhindar dari ketagihan camilan manis
Baca juga: Waspadai diabetes pada anak