Jakarta (ANTARA) - Keluarga besar Alumni Kolese Kanisius menyelenggarakan vaksinasi untuk 2.500 warga lanjut usia (lansia) sejak Senin (8/3) hingga Sabtu (13/3) yang berlangsung di sekolah Kolese Kanisius, Jakarta Pusat.

"Kami telah menetapkan diri sebagai mitra pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi. Salah satu rangkaian, selain menyelenggarakan webinar, kami juga membantu pemerintah bagaimana lansia ini divaksinasi di lokasi berbeda dengan yang disediakan pemerintah," ujar Ketua Pelaksana vaksinasi Kanisius, Irlan Suud, Selasa.

Dalam proses vaksinasi pada Selasa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir memantau proses vaksinasi di Kolase Kanisius. Menkes juga menyapa para lansia yang tengah mengantre untuk mendapat vaksin.

Baca juga: Sekolah dijadikan tempat vaksinasi warga lansia di Jakarta Timur

Baca juga: Prioritas lansia, Kementerian BUMN kebut realisasi satu juta vaksin


Irlan mengatakan seluruh peserta ini merupakan warga DKI Jakarta. Dalam satu harinya, penerima vaksin dibagi dalam kelompok dengan target 500 orang/hari. Masing-masing kelompok mempunyai jadwal berbeda sejak pagi hingga sore.

Tak hanya itu, luasnya lokasi vaksinasi membuat proses berjalan cepat serta didukung oleh puluhan relawan yang membantu dari proses pendaftaran hingga pascavaksin. Dengan begitu, proses vaksinasi berjalan tertib, cepat, serta sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kami mengadakan di sekolah kami dan tenaga kesehatannya, kami bekerja sama dengan Carolus yang rata-rata adalah alumni kami. Vaksin gratis yang disediakan pemerintah bisa dieksekusi," kata dia.

Ia menyatakan bahwa program ini berawal dari diskusi internal alumni Kolese Kanisius yang membahas peran serta yang bisa dilakukan organisasinya dalam kaitannya dengan upaya pemerintah mengatasi penularan virus corona yang terus meningkat di Indonesia.

Setelah melalui diskusi panjang, para alumni Kolase Kanisius akhirnya sepakat untuk menjadi bagian mitra pemerintah dalam percepatan vaksinasi COVID-19.

"Kami mencermati dari dekat langkah pemerintah menanggulangi pandemi COVID-19 dan kami mendukung vaksinasi sebagai cara penting mengatasi wabah ini. Atas pertimbangan ini kami AM64 (alumni Menteng 64) memutuskan menjadikan program mendukung vaksinasi COVID-19 sebagai fokus utama kegiatan kami tahun ini," kata dia.

Baca juga: Alasan lansia perlu rentang 28 hari untuk vaksinasi COVID-19 kedua

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi menyambut baik keterlibatan komunitas yang membantu pemerintah dalam mempercepat vaksinasi bagi kelompok prioritas. Dengan banyaknya komunitas atau organisasi yang terlibat, ia optimistis target 26,1 juta lansia hingga Juni bisa tercapai.

"Saya berterima kasih kepada alumni Kanisius, karena telah membantu pemerintah dalam hal vaksinasi. Kita mengejar target lansia yang divaksin sebanyak 26,1 juta hingga Juni. Kita tak bisa sendiri, tapi dengan keterlibatan bisa tercapai. Ini untuk kita bersama," kata Menkes.