Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan antisipasi pencegahan gagal panen pada lahan pertanian yang bisa diakibatkan oleh bencana alam seperti banjir dan longsor, mengingat curah hujan yang masih tinggi hingga April.

Staf Khusus Menteri Bidang Pengembangan Bio Industri Kementan Bambang dalam Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat, menjelaskan musim hujan yang masih berlangsung pada Maret diperkirakan masih berpotensi banjir akan berdampak pada hasil panen berbagai komoditas.

Dia mengatakan risiko gagal panen diperkirakan berkurang pada April dan semakin rendah di bulan Mei hingga Juli, yang diperkirakan mengalami curah hujan rendah hingga menengah.

Baca juga: Serikat petani: bencana alam buat gagal panen dan naiknya harga cabai

"Kementerian Pertanian mengambil langkah dengan mengaktifkan informasi peringatan dini, sosialisasi pengendalian longsor, penanaman vegetasi penahan longsor, dan melakukan delapan langkah tindakan penanganan dampak perubahan iklim," kata Bambang.

Bambang menyebut Kementan melakukan intervensi untuk pengendalian longsor secara vegetatif dengan menanam pepohonan tanaman tahunan seperti sonokeling, bambu, mahoni, kaliandra, lamtoro, gamal, akasia, dan lainnya.

Dia mengatakan beberapa tanaman komoditas pertanian sangat berpotensi untuk mencegah terjadinya bencana terutama longsor seperti kayu manis, kemiri, kopi, cokelat, melinjo, nangka, dan petai.

Baca juga: SPI minta Kementan antisipasi harga gabah anjlok akibat La Nina

Selain itu Bambang mengatakan beberapa tanaman semak dan juga tanaman rerumputan juga bisa menjadi vegetasi penahan longsor seperti rumput vetiver, rumput bermuda, gelagah, yang juga bisa digunakan sebagai pakan ternak.

Bambang mengatakan Kementan juga mengambil langkah penanganan dampak perubahan iklim seperti informasi perkiraan iklim, kegiatan normalisasi saluran penampungan air termasuk perbaikan embung, budi daya sesuai iklim setempat mengacu kalender tanam dan varietas yang toleran, optimalisasi bantuan pompa sumur suntik, optimalisasi kegiatan penerapan penanganan dampak perubahan iklim, monitoring dan evaluasi perkembangan banjir dan kekeringan, pendaftaran klaim asuransi usaha pertanian, dan bantuan benih bagi petani yang berisiko terdampak banjir.

Baca juga: Mentan paparkan tujuh strategi antisipasi banjir dampak La Nina