Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III Andi Rio Idris Padjalangi mengapresiasi kinerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang telah menangkap 22 orang terduga teroris di wilayah Jawa Timur yang telah melakukan pelatihan serta mempersiapkan aksi bom bunuh diri di Indonesia.

"Patut kita apresiasi kinerja Densus 88 tersebut karena ancaman teroris sangat berbahaya dan dapat merugikan bangsa Indonesia. Polri harus dapat mengejar dan menangkap jaringan teroris sampai ke akarnya," kata Andi Rio di Jakarta, Kamis.

Dia berharap Polri jangan sampai lengah terhadap pergerakan jaringan teroris yang memanfaatkan situasi pandemi COVID-19.

Baca juga: Polri: Total 22 terduga teroris ditangkap di Jatim
Baca juga: Densus amankan benda tajam dari terduga teroris di Kediri
Baca juga: Polisi sebut DPO MIT Poso tersisa 9 orang bersama sejumlah simpatisan


Hal itu menurut dia karena aparat keamanan sedang fokus pada penanganan COVID-19 mengenai disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan di masyarakat.

"Jangan sampai situasi saat ini menjadi kesempatan jaringan teroris dalam merencanakan aksi, pelatihan dan perekrutan anggota. Polri harus tetap bisa membagi tugas dan tetap menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga berharap agar Polri sering melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama serta "stakeholder" dalam menyosialisasikan nilai-nilai pancasila dan bahaya radikalisme melalui di media sosial maupun di lapangan.

Menurut dia, peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan penjelasan terhadap masyarakat, karena biasanya masyarakat lebih mendengar ketokohan dan pendekatan secara kultur dalam menangkap informasi.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan masyarakat Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono pada Rabu (3/3) menegaskan sudah 22 terduga teroris ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di wilayah Jawa Timur.

Rusdi mengatakan ke 22 tersangka terduga teroris tersebut ditangkap selama operasi pencegahan terorisme yang berlangsung di Jawa Timur.

Dari 22 tersangka tersebut, termasuk 12 orang terduga teroris yang diamankan di wilayah Jawa Timur pada Jumat (26/2) lalu. Penangkapan kembali dilakukan pada Senin (1/3) di Surabaya, seorang terduga teroris berinisial N diamankan dari rumahnya.