Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur memberikan bantuan berupa 604 paket bahan pokok kepada warga korban banjir di Desa Tempuran, Mojokerto.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Mojokerto, Rabu, mengatakan bantuan bahan pokok yang diberikan itu isinya mi instan, minyak goreng, gula pasir, kopi instan, teh, air minum kemasan.

"Tidak ada yang bisa menangani masalah ini sendiri. Semua pihak terkait harus sinergi, kerja cepat, dan cancut taliwondo (kerja dengan segenap kemampuan, tidak berpangku tangan dan kerja sama)," katanya saat menyerahkan bantuan logistik bagi warga Desa Tempuran Sooko yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir.

Bantuan ini diberikan setelah perpanjangan masa darurat yang ditetapkan berlaku mulai 1 Januari-31 Maret 2021 di Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk.

Baca juga: Korban banjir Mojokerto terima bantuan bahan pokok

Baca juga: Gubernur Jatim bersiap teruskan pembangunan tanggul antisipasi banjir
"Bantuan lain yang diberikan terdiri dari air bersih dalam delapan tandon berkapasitas 3.000 liter atau 24.000 liter sesuai kebutuhan, yang didistribusikan pada masyarakat tiap Senin, Rabu dan Jumat," ujarnya.

Bantuan lain berupa pengeboran air oleh Kementerian ESDM, karena sumber air Dusun Bekucuk berasa asin dan keruh. Untuk Desa Tempuran, pengeboran telah dilaksanakan pada 2020 lalu.

"Selanjutnya perlu tindak lanjut instalasi pipa ke rumah-rumah warga," ucapnya.

Selain logistik, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memberi bantuan tanggap darurat, perbaikan tanggul untuk beberapa desa lain yang terdampak.

"Seperti karung plastik untuk dibagikan ke beberapa desa terdampak lainnya," ujarnya.

Selain bersinergi, Bupati Ikfina mendorong agar peningkatan pembangunan di desa bisa dilaksanakan secara cepat demi terlaksananya desa tangguh di bidang sosial, pendidikan anak dan tangguh secara global. Bupati Ikfina mendorong kepala desa untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan, pada wilayah masing-masing sesuai potensi.

"Kami rumuskan agar ke depan proses perencanaan pembangunan desa, sudah punya platform yang jelas. Sehingga bisa tahu kapan akan dilaksanakan di tahun 2021, tahun 2022 dan seterusnya. Kita ingin mewujudkan desa tangguh dalam segala hal," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Muhammad Albarraa menyatakan agar semuanya dikomunikasikan dengan baik dan ada solusi atas sebuah problem.

Menurut Gus Barra, sapaan akrabnya, bencana banjir tidak hanya berdampak pada lingkungan saja, melainkan juga dapat berdampak pada roda perekonomian masyarakat.

"Bencana banjir ini dampaknya cukup berat. Selain lingkungan, roda ekonomi juga terhambat. Saya ingin kita semua membangun komunikasi dalam mencari solusi terbaik," ujarnya.*

Baca juga: Sejumlah wilayah Mojokerto dilanda banjir

Baca juga: BPBD Mojokerto gunakan penahan banjir dari bambu