Semarang (ANTARA) - Pelantikan 21 pasangan calon terpilih pada Pilkada Serentak 2020 akan dilakukan langsung secara daring dan luring di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (26/2), karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19.


"Akan kami gelar secara hybrid' (daring/luring, red.) karena saya harus di Ibu Kota Provinsi. Maka, yang akan saya undang hanya paslon kepala daerah terpilih di Semarang Raya, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Demak. Yang lainnya nanti melalui daring," kata Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis.

Empat paslon terpilih itu akan dilantik secara luring di Gedung Gradhika Bhakti Praja, sedangkan 17 pasangan kepala daerah lainnya dilantik di gedung DPRD masing-masing dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Meski kempat paslon terpilih akan dilantik secara luring, Ganjar mewanti-wanti tidak boleh banyak orang yang ikut menyertai dan hanya boleh membawa keluarga inti saja.

Baca juga: Pemprov Jatim umumkan pelantikan kepala daerah dibagi tiga sesi

"Yang lain, seperti forkompimda, saya minta tetap di daerah masing-masing dan menyaksikan via daring. Kami ingin acara pelantikan ini betul-betul menjaga protokol kesehatan," katanya menegaskan.

Kalau hanya empat paslon terpilih beserta keluarga inti, lanjut Ganjar, maka protokol kesehatan bisa dimanajemen dengan baik.

Sebanyak 21 kabupaten/kota yang telah menggelar Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Jawa Tengah adalah Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Rembang, dan Kota Surakarta.

Berikutnya, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak.

Baca juga: Gubernur Sumsel berencana lantik kepala daerah secara tatap muka