Jakarta (ANTARA) - Sekitar 100 pegawai Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendonorkan darah di Kantor PMI Jakarta Pusat, Pecenongan, Gambir, Selasa.

Mereka terdiri atas personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

"Setiap hari, PMI harus menyiapkan stok darah di DKI Jakarta dan sekitarnya setidaknya 1.000 sampai 1.200 kantong. Makanya harus terus aktif melakukan kegiatan donor darah," ujar Kepala PMI DKI Jakarta Rustam Effendi saat meninjau pelaksanaan donor darah itu.

Rustam mengatakan jika hanya mengandalkan warga yang datang ke Markas Pusat PMI DKI Jakarta, maka kemungkinan untuk memenuhi stok darah tidak akan maksimal mengingat masih berlangsungnya masa pandemi.

"Ada yang datang tapi sedikit, jadi tidak bisa mengandalkan pedonor yang datang ke markas di PMI DKI Jakarta. Ini kan masih pembatasan juga," ujar Rustam.

Baca juga: PMI ingatkan relawannya prioritaskan prokes saat tanggulangi banjir
Baca juga: PMI Jaksel dirikan dapur umum untuk warga terdampak banjir


Karena itu, Rustam mengatakan dibutuhkan kegiatan bermetode "jemput bola" untuk memenuhi kebutuhan stok darah harian sehingga tidak terjadi kekurangan stok darah di wilayah Jabodetabek.

"Kegiatan 'jemput bola' ini kami lakukan untuk menyediakan stok darah. Karena itu inisiasi dari para petugas yang ikut donor darah ini sangat bermanfaat," ujar Rustam.

Di dalam pelaksanaan donor darah bermetode "jemput bola" itu, Rustam memastikan penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas agar potensi penularan COVID-19 dapat diminimalisasi dengan baik.

"Kami pastikan penerapan protokol kesehatan baik dari segi peralatan hingga petugas disesuaikan agar mencegah COVID-19," ujar Rustam.