Jakarta (ANTARA) -
Tim kolaborasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) mengganti 23.064 dokumen kependudukan korban banjir di Jawa Tengah yang hilang atau rusak.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa tim tanggap darurat telah bergerak sejak 19 Februari 2021 di tiga kabupaten kota, yaitu Kota Semarang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Demak.

Tim juga berkoordinasi dengan Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Batang soal dokumen kependudukan warga terdampak bencana.

Jumlah dokumen kependudukan yang diganti sebanyak 23.064 dokumen, terdiri atas 18.370 kartu keluarga (KK), 3.497 KTP elektronik, dan 1.197 akta kelahiran.

Baca juga: Kemendagri targetkan 5,7 juta jiwa rekam KTP-e di 2021

Selain itu, pihaknya juga mencetakkan 150 lembar akta kematian bagi korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan longsor setelah ada laporan dari RT/RW atau keluarga yang bersangkutan dengan prosedur yang tidak rumit.

Dokumen kependudukan yang telah diterbitkan itu sudah diterima oleh masyarakat. Untuk KK, Zudan menginformasikan sebanyak 13.585 dokumen sudah didistribusikan ke masing-masing desa kelurahan untuk diterima oleh masyarakat.

"Dari jumlah yang didistribusikan ke desa/kelurahan, 5.805 KK di antaranya sudah diterima oleh warga yang bersangkutan," katanya.

Kerja Tim Dukcapil Tanggap Darurat tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Kepala Dinas Dukcapil Kota Pekalongan Suciono berterima kasih atas asistensi dan bantuan fasilitasi dari pemerintah pusat melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Menurut dia, pihaknya bersama lima dinas dukcapil di daerah terdampak bencana lainnya akan terus berupaya melakukan pelayanan penggantian dokumen kependudukan.

"Pelayanan yang kami lakukan ini gratis, tanpa biaya. Berapa pun dokumen kependudukan yang dicetak kembali, semuanya gratis," ujarnya.

Baca juga: Kemendagri-Kemensos jemput bola rekam data e-KTP warga marginal